Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Novel Terasa Janggal? Bisa Jadi Ada Plot Hole

Kota Balikpapan
Novel Terasa Janggal? Bisa Jadi Ada Plot Hole
ilustrasi baca novel (pexels.com/George Milton)
  • Plot hole adalah celah alur, ketidakkonsistenan karakter, atau kesalahan logika yang membuat cerita terasa janggal dan berisiko menurunkan minat pembaca.
  • Penulis disarankan memetakan alur secara terperinci, menjaga perkembangan karakter tetap beralasan, serta memeriksa detail kecil seperti waktu, lokasi, usia, dan benda.
  • Riset latar diperlukan untuk menjaga akurasi cerita; masukan pembaca atau editor serta catatan revisi membantu menemukan dan mencegah ketidakkonsistenan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah sedang asyik membaca novel, lalu tiba-tiba menemukan bagian cerita yang terasa janggal? Alur yang sebelumnya berjalan mulus mendadak tidak masuk akal atau terasa tidak nyambung. Kondisi seperti ini dikenal sebagai plot hole.

Dalam cerita fiksi, plot hole menjadi salah satu persoalan yang dapat mengganggu pengalaman pembaca. Plot hole terjadi ketika terdapat celah dalam alur cerita, ketidakkonsistenan karakter, atau kesalahan logika yang membuat suatu kejadian sulit diterima.

Jika tidak diperhatikan, plot hole bisa membuat pembaca kehilangan minat untuk melanjutkan cerita. Karena itu, penulis perlu memastikan setiap bagian cerita saling terhubung dan tetap masuk akal.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari plot hole dalam novel.

  1. 1. Petakan alur cerita yang terperinci

    Baca novel sampai begadang
    Ilustrasi baca novel sampai begadang (Pinterest.com/Gillkia Natali)

    Sebelum mulai menulis, buatlah kerangka cerita secara jelas. Susun alur, konflik, karakter, hingga perkembangan cerita dari awal sampai akhir.

    Penulis juga bisa menggunakan timeline atau mind map untuk membantu melihat hubungan antaradegan dan peristiwa. Dengan cara ini, potensi alur yang tidak konsisten dapat diketahui sejak awal.

  2. 2. Penokohan harus konsisten dari awal

    Pasangan yang tidak saling mengerti dan memahami karakter masing-masing
    ilustrasi Pasangan yang tidak saling mengerti dan memahami karakter masing-masing (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Perubahan karakter dalam cerita memang bisa terjadi, tetapi harus memiliki alasan yang jelas.

    Misalnya, tokoh yang awalnya pemalu tiba-tiba menjadi sangat berani tanpa adanya peristiwa yang melatarbelakanginya. Perubahan seperti ini dapat membuat pembaca mempertanyakan logika cerita.

    Pastikan sifat, tindakan, latar belakang, dan perkembangan setiap karakter tetap memiliki hubungan yang jelas dengan konflik yang mereka hadapi.

  3. 3. Hati-hati sama detail kecil

    ilustrasi sedang merasa familiar dengan kemiripan karakter atau lingkungan sosial.
    ilustrasi sedang merasa familiar dengan kemiripan karakter atau lingkungan sosial. (pexels.com/cottonbro studio)

    Plot hole tidak selalu muncul dari konflik besar. Detail sederhana seperti perubahan lokasi, waktu, pakaian, usia tokoh, atau benda yang tiba-tiba muncul dan menghilang juga bisa menimbulkan kejanggalan.

    Karena itu, lakukan pengecekan ulang setelah menyelesaikan tulisan. Jika memungkinkan, mintalah teman atau editor membaca naskah untuk menemukan bagian yang luput dari perhatian.

  4. 4. Riset itu penting!

    idntimes.com
    Uma menilai, pendidikan saat ini lebih menekankan aspek teknis (hominisasi) dibanding pembentukan karakter manusia seutuhnya (humanisasi), Senin (4/5/2026).(IDN Times/Foto :Ilustrasi/freepik)

    Jika novel menggunakan latar tempat, periode sejarah, profesi, atau budaya tertentu, riset menjadi bagian penting dalam proses penulisan.

    Pastikan informasi yang digunakan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Detail yang akurat tidak hanya membantu menghindari kesalahan logika, tetapi juga membuat dunia dalam cerita terasa lebih hidup dan meyakinkan.

  5. 5. Cari second opinion dari pembaca

    ilustrasi diskusi di tempat kerja, karyawan kantor, suasana kerja, HRD
    ilustrasi diskusi di tempat kerja, karyawan kantor, suasana kerja, HRD (pexels.com/cottonbro studio)

    Penulis terkadang terlalu dekat dengan ceritanya sehingga sulit melihat bagian yang terasa janggal. Karena itu, meminta pendapat dari penulis lain atau pembaca yang dipercaya dapat membantu.

    Mereka bisa memberikan sudut pandang berbeda dan menemukan celah cerita yang mungkin tidak disadari penulis.

  6. 6. Catatan untuk perubahan

    Enam orang dari latar belakang berbeda sedang berdiskusi
    Ilustrasi proses kerja sama dan diskusi lintas latar belakang. (pexels.com)

    Revisi merupakan bagian penting dalam proses menulis novel. Namun, terlalu banyak perubahan tanpa catatan dapat memunculkan ketidakkonsistenan baru.

    Simpan setiap perubahan penting yang berkaitan dengan karakter, alur, latar, maupun detail cerita. Catatan tersebut akan membantu memastikan tidak ada bagian yang saling bertentangan setelah revisi.

    Plot hole mungkin terlihat seperti kesalahan kecil, tetapi jika dibiarkan dapat mengganggu keseluruhan cerita dan membuat pembaca kehilangan ketertarikan.

    Dengan perencanaan yang matang, riset yang cukup, serta proses revisi yang teliti, penulis dapat membangun cerita yang lebih solid, logis, dan membuat pembaca betah mengikuti cerita hingga halaman terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More