Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Operasional Water Bombing Terkendala Kabut Asap Super Pekat di Kalbar

Kota Balikpapan
Operasional Water Bombing Terkendala Kabut Asap Super Pekat di Kalbar
TNI Angkatan Udara mengerahkan Helikopter Caracal Skadron Udara 8 guna melaksanakan operasi water bombing untuk mengendalikan dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026)(Dok. Dispenau)
  • Kabut asap pekat selama hampir lima hari membuat helikopter BNPB dan TNI di Kalimantan Barat tidak dapat menjalankan water bombing secara maksimal karena jarak pandang rendah.
  • Operasi pemadaman udara hanya dilakukan terbatas, sekitar satu-dua jam, saat visibility memungkinkan dan tetap memenuhi standar keselamatan penerbangan.
  • Asap di Kalbar berasal pula dari kebakaran di wilayah lain Pulau Kalimantan; arah angin ke utara memperparah kepulan asap hingga Pontianak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara di Kalimantan Barat (Kalbar) menghadapi kendala serius. Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan jarak pandang (visibility) sangat rendah, sehingga helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI tidak dapat beroperasi secara maksimal.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat operasi water bombing (WB) atau pengeboman air terkendala selama hampir sepekan terakhir.

"Untuk helikopter BNPB dan TNI, sudah kurang lebih lima hari ini tidak bisa melakukan WB secara maksimal," ujar Daniel, Minggu (13/9/2026).

Menurut Daniel, keselamatan penerbangan menjadi alasan utama pembatasan operasional tersebut. Jarak pandang di lapangan saat ini dinilai tidak memenuhi standar kelayakan penerbangan untuk misi pemadaman dari udara.

  1. 1. Visibility rendah jadi kendala

    IMG_4622.jpeg
    Suasana di Bandara Supadio Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Menurut Daniel, helikopter sebenarnya masih bisa terbang dan melakukan water bombing apabila kondisi jarak pandang dinilai memungkinkan. Namun, operasi hanya dapat berlangsung dalam waktu terbatas.

    “Kalau visibility-nya bagus, mereka melakukan walaupun hanya satu-dua jam. Itu yang saya katakan tidak maksimal,” ujarnya.

    Rendahnya jarak pandang menjadi persoalan utama karena operasi water bombing membutuhkan kondisi penerbangan yang aman. Kabut asap yang pekat membuat ruang gerak helikopter terbatas dan operasi pemadaman dari udara tidak bisa dilakukan seperti biasanya.

  2. 2. Kabut asap tebal juga kiriman dari daerah lain

    IMG_5397.jpeg
    Suasana kabut asap di Pontianak masuk kategori berbahaya. (IDN Times/Teri).

    Daniel mengatakan kondisi asap yang menyelimuti Kalbar juga tidak hanya berasal dari titik kebakaran di dalam wilayah provinsi tersebut. Menurutnya, sebagian asap merupakan kiriman dari sejumlah wilayah lain di Pulau Kalimantan yang juga mengalami kebakaran.

    “Ini bukan karena persoalannya kebakarannya di Kalimantan Barat, di Ketapang, di Kubu Raya. Jadi asap ini kiriman dari beberapa wilayah provinsi di Kalimantan yang ikut terbakar,” jelasnya.

    Arah angin turut memperparah kondisi di sejumlah wilayah. Saat ini, angin bergerak ke arah utara sehingga asap ikut terbawa dan menyelimuti Kota Pontianak.

    “Nah kalau kita lihat arah angin, angin ini sekarang mengarah ke utara. Maka termasuklah Kota Pontianak ini menjadi imbas sehingga asapnya sangat pekat,” katanya.

  3. 3. Water bombing dilakukan sesuai kondisi cuaca

    Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7).
    Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7). (Dok. BNPB)

    Terbatasnya operasi water bombing menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla Kalbar. Di tengah kebakaran yang masih terjadi, upaya pemadaman melalui udara harus menunggu kondisi jarak pandang dan kelayakan penerbangan memungkinkan.

    Daniel memastikan penanganan karhutla tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan penerbangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More