Pontianak, IDN Times - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara di Kalimantan Barat (Kalbar) menghadapi kendala serius. Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan jarak pandang (visibility) sangat rendah, sehingga helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat operasi water bombing (WB) atau pengeboman air terkendala selama hampir sepekan terakhir.
"Untuk helikopter BNPB dan TNI, sudah kurang lebih lima hari ini tidak bisa melakukan WB secara maksimal," ujar Daniel, Minggu (13/9/2026).
Menurut Daniel, keselamatan penerbangan menjadi alasan utama pembatasan operasional tersebut. Jarak pandang di lapangan saat ini dinilai tidak memenuhi standar kelayakan penerbangan untuk misi pemadaman dari udara.
