Pastikan Tepat Sasaran, Polres PPU Awasi Distribusi Beras Medium

- Tidak boleh ada penimbunan dan permainan harga
- Pastikan stok beras dalam kondisi aman
- Harus tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan
Penajam, IDN Times – Untuk memastikan pendistribusian beras medium merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat yang membutuhkan, Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur AKBP Andreas Alek Danantara, Senin (26/2025) terjun langsung melakukan pengawasan lapangan.
Di mana distribusi beras medium tersebut digelar Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Penajam Paser Utara - Grogot bersama Polres PPU di sejumlah titik wilayah Kabupaten PPU.
“Distribusi beras medium SPHP harus tepat sasaran. Kami ingin memastikan harga Rp62.000 per 5 kilogram ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten PPU,” tegas Kapolres kepada IDN Times, di sela-sela kegiatan.
1. Tidak boleh ada penimbunan dan permainan harga

Ia menekan, tidak boleh ada penimbunan maupun permainan harga. Polres PPU akan bertindak tegas terhadap oknum yang coba mengambil keuntungan di atas kesulitan masyarakat.
“Tentu terjadinya penurunan harga beras SPHP dari Rp65.000 menjadi Rp62.000 per kemasan 5 kilogram mendapat sambutan positif warga,” ungkapnya.
Ini terbukti dengan tingginya antusiasme masyarakat, terlihat dari ramainya antrean di setiap lokasi pendistribusian. Bagi warga, selisih Rp3.000 per kemasan cukup berarti dalam menjaga kestabilan kebutuhan rumah tangga.
2. Pastikan stok beras dalam kondisi aman

Ia menerangkan, selain mengawasi, ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, serta memastikan stok beras medium SPHP di Kabupaten PPU dalam kondisi aman.
“Langkah pengawasan langsung ini menegaskan peran Polres PPU tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan hak masyarakat atas kebutuhan pokok terlindungi,” tukas Kapolres.
Menurutnya, dengan harga terjangkau, beras medium SPHP diharapkan menjadi instrumen penting dalam menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
3. Harus tersalurkan ke masyarakat

Ps. Kasihumas Polres PPU Aipda Syafruddin mengatakan, kehadiran orang nomor satu di Polres PPU yang terjun langsung ke lapangan tersebut, menjadi bentuk keseriusan Polri untuk memastikan beras medium SPHP benar-benar sampai atau tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan jatuh ke tangan spekulan ataupun tengkulak.
“Ini bentuk keseriusan bapak Kapolres untuk memastikan beras tersebut tepat sasaran dan tidak dipermainkan oleh tengkulak, yang mengambil kesempatan dalam kegiatan digelar oleh Polres PPU bekerjasama dengan Bulog tersebut,” pungkasnya.