Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelaku UMKM di IKN Mengaku Cuan selama Nataru 

Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM
Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM (IDN Times/Ervan)
Intinya sih...
  • Pelaku UMKM di IKN mengaku rata-rata meraup omset puluhan juta rupiah selama Bazar UMKM Nataru.
  • Otorita IKN memberikan intervensi berupa pendampingan pembuatan kemasan produk gratis dan iklan Tiktok Ads serta Meta Ads.
  • Peningkatan omset pelaku UMKM disebut sebagai peningkatan akselerasi ekonomi, dengan beberapa pelaku UMKM mendapatkan omset hingga puluhan juta rupiah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penajam, IDN Times - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Ibu Kota Nusantara (IKN), mengaku rata-rata meraup omzet puluhan juta rupiah, selama lima hari Bazar UMKM. Kegiatan ini dilakukan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Peningkatan pendapatan omzet pelaku UMKM ini juga berkat intervensi dari Otorita IKN dalam pendampingan pembuatan kemasan produk gratis yang diikuti sembilan UMKM, termasuk dibiayai pembuatan iklan TikTok Ads dan Meta Ads yang diramu pada kegiatan Kreatif, UMKM Marketing, Packaging, Untung dan Laris (KUMPUL).

"Selama Nataru ia mendapatkan omzet hingga Rp50 juta. Bahkan pada Sabtu (3/1/2026) omset terkumpul hingga Rp20 jutaan. Meskipun dalam satu stand bergabung dengan UMKM lain, dan menurutnya itu tidak menjadi masalah," ujar Sarina, pelaku UMKM binaan Otorira IKN bernama Kedai Qita, Kamis (8/1/2026).

1. Pedagang bersyukur

Puluhan pengunjung KIPPP IKN yang meramaikan Bazar UMKM selama Nataru
Puluhan pengunjung KIPPP IKN yang meramaikan Bazar UMKM selama Nataru (IDN Times/Ervan)

Ia ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas semua usaha, waktu, tenaga, dedikasi yang luar biasa yang diberikan oleh Otoritas IKN dalam mengawal langkahnya..

"Ucapkan terima kasih kami sampaikan buat Kepala Otorita IKN, Bapak Basuki Adi Mulyono, kemudian Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemerintah Masyarakat, Bapak Alimudin seluruh jajaran Otorita IKN. Karena kebijakan untuk membuka akses KIPP IKN bagi masyarakat selama liburan Nataru, dan kamibisa berjualan di lokasi itu," imbuhnya.

Ia menilai, selama Nataru itu, bukan sekedar jadi strategi pariwisata, tapi melainkan upaya Otorita memikirkan inklusi ekonomi yang nyata. Sebab kehadiran tenda dan tenan UMKM di sekitar area istana memberikan dampak yang sangat signifikan bagi para pelaku UMKM.

“Terbukti omzet penjualan kami yang sangat naik drastis, jadi menurut saya ini adalah peningkatan akselerasi ekonomi.Kami sangat merasakan lonjakan omzet tersebut sangat luar biasa terutama di hari dari awal dan dua hari terakhir libur Nataru,” sebut Sarina.

2. Momen emas bagi produk lokal

Tampak seorang pelaku UMKM yang melayani pengunjung KIPP IKN saat Nataru
Tampak seorang pelaku UMKM yang melayani pengunjung KIPP IKN saat Nataru (IDN Times/Ervan)

Selain itu, tambahnya, Interaksi langsung dengan pengunjung juga menjadi momentum luar biasa. Jadi ini momen emas bagi produk lokal untuk bisa dikenal lebih luas lagi. Apalagi fasilitas yang diberikan oleh Otorita IKN dinilai sangat komprehensif atau menyeluruh.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh Otorita IKN, yang hadir dari awal hingga akhir proses. Jadi mereka tidak hanya memberikan wadah tapi juga memastikan ekosistem usaha kami berjalan aman, damai dan terorganisasikan dengan baik,” tuturnya..

Menurutnya, kebahagian pelaku UMKM itu bukan hanya soal angka penjualan tetapi juga rasa bangga sih menjadi bagian dari sejarah besar pembangunan IKN yang berpihak pada rakyat kecil, terutama rakyat lokal. Dimana kebetulan UMKM itu  tergabung dalam binaan Otorita IKN.

3. Berharap tiap libur diberikan kesempatan berjualan di KIPP

Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM
Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Rahmawati pemilik UMKM bernama Kedai Kewangi, mengakui dirinya dalam perhari mendapatkan omset kisaran Rp6 juta hingga Rp8 juta, hasil menjual minuman, pentol dan makanan jenis dimsum. Jika di total omset selama Nataru mencapai kurang lebih Rp27 juta, meskipun satu hari dirinya tidak berjualan karena ada urusan keluarga. 

“Harapan kami semoga kedepannya Otorita IKN, bisa memfasilitasi kami pelaku UMKM di setiap tanggal merah dan libur hari-hari besar,. Kami pun bisa melayani para pengunjung. Kami juga berharap agar kapasitas tenda jika bisa dipakai 1 hingga 2 UMKM saja. Kalaupun tidak bisa kami siap sewa tenda dan meja sendiri,” tukas Rahmawati.

Senada dengannya, pemilik UMKM Batik Semoi Nusantara bidang kriya, Nuryati menuturkan selama Bazar UMKM  itu, omsetnya tembus Rp20 juta lebih  dimana rata-rata per hari mendapatkan Rp4 juta lebih.

“Kami sebagai pelaku UMKM sangat berterimakasih atas bimbingan dukungan dari Otorita IKN, sebab berkat bimbingan dan fasilitasnya di event Nataru, kami mendapatkan omset  sangat bagus semoga kami selalu diberi kesempatan untuk kedepannya,” ucapnya.

4. Jual minuman bisa dapat Rp65 juta

UMKM minuman es dawet mampu raup omset Rp68 juta lebih saat Bazar UMKM Natura di KIPP IKN
UMKM minuman es dawet mampu raup omset Rp68 juta lebih saat Bazar UMKM Natura di KIPP IKN (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Ade Hartono pemilik UMKM minuman bernama Dawet Ayu Bang Bewok, mengaku mendapatkan omzet sebanyak Rp65 juta lebih selama tiga hari berjualan. Memang bazar dibuka lima hari tapi ia  baru bergabung pada hari keduanya.

“Dalam tiga hari berjualan di Nataru itu, per hari  kami mampu mengumpulkan rata-rata Rp10 juta lebih,” akunya. 

Suradi pemilik tenant UMKM kriya bernama Suraarts mengaku, dalam lima hari mendapatkan omset sebesar Rp86 juta lebih dan rata-rata per hari mengumpulkan omzet sebesar Rp20 juta lebih.

“Kami senang, disertakan mengikuti Bazar UMKM saat Nataru itu, karena omset kami makin meningkat, dan pada kesempatan lain kami berharap tetap diberi peluang untuk mencari rezeki,” pungkasnya.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin mengungkapkan, dampak dari pembangunan IKN sudah sangat terasa bagi masyarakat sekitar terutama pelaku UMKM, dan sangat terlihat saat liburan Nataru. Pihaknya akan melibatkan seluruh UMKM di IKN dan daerah sekitarnya, dan semua kegiatan yang digelar oleh Otorita IKN. Termasuk berupaya melakukan pembinaan agar UMKM makin maju.

“Berdasarkan catatan kami total uang yang beredar saat Nataru kemarin mencapai kurang lebih Rp50 miliar lebih, selama lima Bazar UMKM kami gelar,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Energi Surya Terangi Pelosok Kaltim, PLTS Terpusat di Mahulu

09 Jan 2026, 11:00 WIBNews