Gubernur Kalbar, Ria Norsan padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat hingga masyarakat.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Dukungan anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah dan bantuan dari Pemerintah Pusat harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat penanganan di lapangan serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla,” ujar Norsan, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat penanganan mulai dari pencegahan, pemadaman hingga penanganan dampak yang ditimbulkan karhutla.
Pemprov Kalbar memastikan penggunaan dana tetap dilakukan sesuai ketentuan dan peruntukannya. Dalam kondisi tanggap darurat, bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lainnya dapat dianggarkan melalui BTT sesuai peraturan perundang-undangan.
Penggunaan anggaran juga akan mendapat pengawasan dari Inspektorat Daerah selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan, sementara pemerintah daerah wajib menyampaikan laporan pelaksanaan.
Dengan dukungan Rp60 miliar tersebut, penanganan karhutla Kalbar diarahkan tidak berhenti setelah api padam. Pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk menjaga kesehatan masyarakat, memperkuat kesiapsiagaan serta memulihkan wilayah yang terdampak kebakaran.