Pengusaha Korea Selatan Investasikan Rp300 Miliar untuk Pertanian di PPU

- Investasi Korsel Rp300 M untuk pertanian di PPU
- Komitmen meningkatkan sektor pertanian, pengembangan pangan, dan sektor lainnya di PPU
- PT. IGS BUMN peroleh dana hibah dari Korea Selatan untuk pengembangan selama tiga tahun
- Program kerja PT. IGS sebagai bagian kontribusi Pemerintah Korsel untuk mendukung pembangunan global pada sektor pertanian dan pedesaan
Penajam, IDN Times - Pemerintah Korea Selatan atau Korsel melalui PT. Informasi Geo Sistem (IGS) menggelontorkan investasi sebesar Rp300 miliar. Investasi ini untuk sektor pertanian dan pengembangan pangan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).
Investasi tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan sektor pertanian, di mana Pemerintah Kabupaten PPU menggandeng PT. IGS ini. Ditandai dengan seremoni penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati PPU, Mudyat Noor dengan Vice President PT. IGS, Jason Byun, Rabu (11/6/2025) di Jakarta.
“Ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan sektor pertanian di wilayah Kabupaten PPU yang merupakan lumbung pangan di Kaltim tersebut,” tegas Bupati PPU di sela-sela kegiatan yang dihadiri pula Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodihato, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, PPU, Nurlaila dan pejabat terkait lainnya.
1. Langkah positif tingkatkan sektor pertanian di PPU

Ia menambahkan, upaya ini adalah langkah awal yang positif sekali sekaligus komitmen pihaknya dalam rangka peningkatan sektor pertanian di Kabupaten PPU. Mudyat Noor membeberkan, kerjasama tersebut kedepan bukan hanya fokus pada sektor pertanian saja. Lebih dari itu, diharapkan mampu merambah ke sektor lainnya, seperti pengembangan sektor wisata dan sektor pengairan di wilayah pedesaan di PPU.
Dia menyebut bahwa kerja sama itu merupakan program bantuan hibah dari Pemerintah Korsel terhadap sektor pertanian dan pengembangan pangan di Indonesia melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sehingga ia menilai peluangnya sangat baik sekali.
"Rencananya selain di Kecamatan Babulu juga akan dikembangkan di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam dan hibah dari Korea ini diharapkan dapat segera terealisasi," pintanya.
2. PT. IGS BUMN peroleh dana hibah dari Korea Selatan

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten PPU, Ade Rianto menjelaskan, PT. IGS merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memperoleh dana hibah dari Korea Selatan. Di antaranya tentang perikanan, kampung nelayan modern dan sebagainya, paling tidak di akhir 2026 sudah dapat terealisasi selama tiga tahun hingga 2029 mendatang.
"Terkait kerjasama ini bapak bupati juga sangat mendukung dan berharap kalau perlu tidak hanya di bidang Smart farming, tetapi bisa menambah ke beberapa potensi yang ada di PPU,” sebutnya.
3. Bagian dari kontribusi Pemerintah Korea Selatan

Pada kesempatan ini, Vice President, Jason Byun, mengungkap sejumlah program kerja mereka dalam kerja sama sektor pertanian tersebut adalah bagian dari kontribusi Pemerintah Korea Selatan untuk mendukung pembangunan global khususnya pada sektor pertanian dan pedesaan.
“Ada empat poin penting pada project concept paper pengajuan di Kabupaten PPU meliputi pengembangan fasilitas pendukung mulai dari sistem pengairan, memperkuat value chain, pembuatan lahan smart farming tahap awal serta capacity building untuk para petani dan dinas terkait,” pungkasnya.