Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Petani di PPU Diminta Tingkatkan Kemampuan dalam Mengelola Pertanian
Bupati PPU Hamdam dan pejabat lainnya ketika memanen padi milik kelompok Tani Subur Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu (IDN Times/Ervan)

Penajam, IDN Times - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam meminta para petani meningkatkan produktivitas panen padi menyambut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Penetapan IKN yang akan berdampak peningkatan jumlah penduduk di Kalimantan Timur (Kaltim) dan kebutuhan pangan.

“Saat ini IKN bakal berada di sebagian wilayah Kabupaten PPU. Hal itu, tentu saja ke depan pastilah Kabupaten PPU akan kedatangan penduduk baru dalam jumlah yang besar ke IKN. Sehingga kami berharap petani PPU mampu meningkatkan produktivitas pertaniannya,” katanya di sela-sela panen padi tiga varietas oleh Kelompok Tani Subur Desa Sebakung Jaya Kecamatan Babulu PPU, Senin (13/2/2023).

1. Adanya IKN kebutuhkan beras terus meningkat secara drastis

Bupati PPU Hamdam meninjau tanaman padi siap panen milik anggota kelompok Tani Subur Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu (IDN Times/Ervan)

Hamdam mengatakan, peningkatan jumlah penduduk di IKN tentunya akan membutuhkan pasokan kebutuhan bahan pokok, salah satunya beras. Kebutuhan sektor pangan diprediksi akan meningkat secara drastis.  

“Selain itu kualitas hasil pertanian, khususnya pasca panen juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para petani. Agar mampu menjaga standar jual kepada pembeli,” paparnya.

Peningkatan produktivitas petani ini, kata Hamdam, diharapkan dibarengi dengan penurunan biaya produksi sektor pertanian. Sehingga akan menghasilkan produksi pertanian dengan nilai ekonomis tinggi.  

2. Pemerintah daerah janji beri dukungan ke petani di PPU

Bupati PPU Hamdam menijau tanaman padi siap panen milik anggota kelompok Tani Subur Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu (IDN Times/Ervan)

Untuk itu, Pemkab PPU berkomitmen memberikan dukungan pada peningkatan produktivitas petani setempat. 

“Pemerintah daerah berjanji akan terus memberikan dukungan dan support kepada petani di PPU khususnya Kecamatan Babulu,” tukas Hamdam.

Diungkapkannya, ia merasa bangga dan mengapresiasi seluruh petani di Kecamatan Babulu, karena keuletannya dalam mengelola lahan pertanian padi mereka. Sehingga menjadikan PPU salah satu kabupaten dengan surplus beras di Kaltim. 

"Saya menyebutnya para petani-petani kita ini adalah pahlawan pangan. Karena tanpa mereka kita tidak akan bisa makan nasi.  Oleh karenanya kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pahlawan pangan khususnya di Kecamatan Babulu ini," tegas Hamdam. 

3. Jika dikelola dengan baik pastilah hasil pertanian menjanjikan

Ilustrasi lahan pertanian di Kecamatan Babulu, PPU (IDN Times/Ervan)

Hamdam berharap, di masa mendatang para petani menjadi profesi yang memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka yang menjalankan. Bukan karena sekadar keterpaksaan atau ketiadaan pilihan lain. 

Menurutnya, profesi petani akan membawa berkah saat dijalankan dengan sungguh-sungguh dan profesional. Sehingga mampu memberikan hasil maksimal. 

"Ya contohnya lahan padi milik Bapak Zaenal dan keluarga yang kita panen hari ini. Beliau hanya dua orang mampu mengelola seluas 11 hektare lahan padi, di mana setiap hektare mampu menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah. Itu artinya sangat luar biasa tentunya, termasuk bagi penghasilan keluarga," paparnya. 

4. Lahan pertanian seluas 11 ha hanya dikelola dua orang di Babulu

Ilustrasi lahan pertanian di Kecamatan Babulu, PPU (IDN Times/Ervan)

Zainal, Anggota Kelompok Tani Subur mengelola lahan pertanian seluas 11 hektare yang sudah memasuki masa panen. Ia mengelola lahan tersebut berdua bersama anaknya. 

“Bagi saya mengelola lahan seluas itu tidaklah terlalu sulit baginya. Terbukti kami mampu mengelola lahan. Setiap hektare mampu menghasilkan gabah kering 6 sampai 7 ton per hektarnya," paparnya.

Kepada wartawan, Zainal mengaku sudah dulu menekuni profesinya sebagai petani di Babulu dan hasilnya pun memuaskan.  

Zaenal menyebutkan, selama ini dirinya tidak pernah menemui kendala cukup berarti dalam mengelola lahan pertanian. Apalagi dalam pengelolaannya juga kini banyak menggunakan mesin sehingga prosesnya menjadi cepat. 

"Memang kami melakukan tanam sudah menggunakan alat mesin yang belum banyak dimiliki oleh petani lainnya. Dan hasilnya pun cukup menggembirakan dibanding dengan cara lain seperti tanam manual atau pun tabela," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article