Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Produktivitas Padi Rendah, Pemkab PPU Uji Coba Benih Garuda

Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Wakil Rektor IPB University, Iskandar Z Siregartunjukan Padi Garuda IPB yang akan dikembangkan di PPU (IDN Times/Ervan)
Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Wakil Rektor IPB University, Iskandar Z Siregartunjukan Padi Garuda IPB yang akan dikembangkan di PPU (IDN Times/Ervan)

Penajam, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengembangkan benih padi Garuda yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan pertanian setempat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas panen petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Andi Trasodiharto mengatakan, selama ini hasil panen padi petani masih berada di kisaran tiga hingga lima ton per hektare.

“Produktivitas padi petani rata-rata masih tiga sampai lima ton per hektare,” ujar Andi diberitakan Antara, Selasa (3/2/2026).

1. Kapasitas produk beras di PPU

Ratusan hektare sawah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, PPU terendam banjir. (IDN Times/Ervan)
Ratusan hektare sawah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, PPU terendam banjir. (IDN Times/Ervan)

Ia menjelaskan, luas lahan pertanian padi produktif di PPU mencapai 14.070 hektare dengan rata-rata hasil tiga hingga empat ton per hektare dalam satu kali panen. Dalam setahun, petani biasanya melakukan dua kali masa tanam.

Pada 2024, total produksi padi di PPU mencapai 50.672 ton. Sementara itu, hasil panen pada musim tanam pertama dan kedua 2025 tercatat sekitar 24.500 ton, dengan musim tanam ketiga berlangsung pada Oktober 2025 hingga Maret 2026.

2. Target panen sawah di PPU

ILustrasi Benih padi (Dok: Pemprov Sumsel)
ILustrasi Benih padi (Dok: Pemprov Sumsel)

Melalui pengembangan benih padi Garuda, pemerintah daerah menargetkan hasil panen meningkat hingga tujuh sampai sembilan ton per hektare.

“Benih padi Garuda kami uji coba di lahan dengan tingkat keasaman tanah rendah dan terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi lahan dan cuaca di PPU,” jelasnya.

3. Pengembangan benih unggul

Presiden Prabowo Tebar Benih Padi di Ogan Ilir Pakai Drone (dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Tebar Benih Padi di Ogan Ilir Pakai Drone (dok. Sekretariat Presiden)

Pengembangan benih unggul tersebut dilakukan melalui demonstration plot (demplot) di lahan kritis agar varietas padi yang dihasilkan mampu tumbuh optimal pada tanah dengan pH di bawah tujuh.

Pada 2026, benih padi Garuda dikembangkan di lahan seluas 50 hektare yang tersebar di Desa Sri Raharja, Sumber Sari, dan Desa Rawa Mulya. Benih ini dipilih karena dinilai paling sesuai dengan karakteristik lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Transaksi di Minimarket Terbongkar, Pengedar Upal Rp28,9 Juta Ditangkap

07 Feb 2026, 21:01 WIBNews