Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RSUD Soedarso Makin Modern, Kalbar Siapkan Solusi Atasi Lonjakan Pasien
Gubernur Kalbar, Ria Norsan. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menilai pelayanan di RSUD Soedarso Pontianak terus mengalami perbaikan, baik dari sisi fasilitas maupun kelengkapan alat kesehatan. Namun, rumah sakit rujukan terbesar di Kalbar itu masih perlu meningkatkan manajemen pelayanan agar semakin optimal melayani masyarakat.

Menurut Norsan, anggapan masyarakat yang selama ini menilai pelayanan RSUD Soedarso lambat harus mulai berubah seiring berbagai pembenahan yang telah dilakukan.

"Pelayanan kita di Rumah Sakit Soedarso sekarang sudah bagus. Alat juga sudah lengkap. Tinggal bagaimana kita memanage pelayanan supaya lebih meningkat lagi," kata Norsan, Sabtu (20/6/2026).

1. Hadapi persoalan keterbatasan tempat tidur

Gubernur Kalbar, Ria Norsan. (IDN Times/Teri).

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Soedarso.

"Kalau mau coba silakan saja. Kalau ada yang sakit silakan ke Soedarso. Kita sekarang sudah bagus," ujarnya.

Meski demikian, Norsan mengakui RSUD Soedarso masih menghadapi persoalan keterbatasan kapasitas tempat tidur. Tingginya jumlah pasien rujukan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar membuat tingkat keterisian rumah sakit kerap penuh.

"Permasalahannya sekarang itu sering penuh tempat tidurnya karena pasien dari berbagai daerah dirujuk ke Soedarso," ungkapnya.

2. RS baru di Kubu Raya diharapkan dapat bantu RSUD

Terdapat 28 tempat tidur di gedung layanan stroke RSUD Soedarso. (IDN Times/Teri).

Untuk mengurangi beban tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap keberadaan rumah sakit baru di Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi solusi tambahan dalam menampung pasien rujukan.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada rumah sakit di Kubu Raya yang kemarin kita resmikan. Itu juga akan mengurangi beban Soedarso untuk rujukan pasien," katanya.

Norsan menjelaskan, saat ini RSUD Soedarso memiliki kapasitas sekitar 585 tempat tidur. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga sekitar 680 tempat tidur untuk memenuhi kebutuhan pelayanan tertentu.

Selain persoalan kapasitas rumah sakit, Pemprov Kalbar juga masih berupaya mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di daerah. Menurut Norsan, kebutuhan dokter spesialis di sejumlah kabupaten dan kota masih belum terpenuhi secara optimal.

"Untuk pemerataannya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun kita masih kurang dokter spesialis," ujarnya.

3. Dokter spesialis di Kalbar masih kurang

Gubernur Kalbar, Ria Norsan resmikan gedung rawat inap di RSUD Soedarso. (IDN Times/Teri).

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah telah menjalankan program hospital base yang melibatkan rumah sakit dalam pendidikan dokter spesialis. Di sisi lain, Universitas Tanjungpura juga telah membuka program pendidikan dokter spesialis anestesi.

"Kita sudah melaksanakan hospital base. Kemudian juga sudah membuka di Universitas Tanjungpura dokter spesialis anestesi. Nanti akan dilanjutkan ke yang lain, mudah-mudahan ke bedah dan jantung," tuturnya.

Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Editorial Team

Related Article