ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Imajiku Stock)
Di sisi lain, Harisson mengakui penguatan ringgit memang memberikan keuntungan tertentu bagi wisatawan Malaysia saat berbelanja di Indonesia. Namun, menurutnya dampak pelemahan rupiah terhadap perekonomian daerah sejauh ini belum terlalu terasa.
Ia menjelaskan pemerintah pusat dan daerah masih berupaya menjaga stabilitas harga dan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Sejumlah komoditas strategis, termasuk bahan bakar bersubsidi, juga masih relatif stabil sehingga belum menimbulkan lonjakan biaya transportasi maupun kebutuhan pokok.
“Pemerintah terus menjaga inflasi agar tidak meningkat. Harga kebutuhan pokok harus tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tidak turun,” jelasnya.
Harisson mengatakan upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan hingga unsur TNI dan Polri.
Menurutnya, kondisi ekonomi Kalbar saat ini masih cukup terjaga meskipun terdapat tekanan dari dinamika nilai tukar global dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Karena itu, Harisson menilai meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia ke Pontianak lebih tepat dilihat sebagai peluang bagi sektor pariwisata, kuliner dan perdagangan daerah.