Wali Kota Samarinda Andi Harun. Foto istimewa
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan penanganan kemarau dilakukan secara terpadu, tidak hanya setelah dampak terjadi. Pemerintah bergerak untuk menjaga keselamatan lingkungan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menjaga ketahanan pangan, hingga mengendalikan harga kebutuhan pokok.
“Kita menghadapi kemarau panjang dengan seluruh instrumen yang tersedia. Satgas terpadu kita gerakkan untuk karhutla, distribusi air bersih, perlindungan pertanian dan pengendalian inflasi. Kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual, melakukan water bombing ketika dibutuhkan, dan sekarang memperkuat ikhtiar berbasis teknologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Andi Harun dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, kesiapsiagaan dilakukan sejak dini agar kemarau tidak berkembang menjadi krisis air, kebakaran lahan, gangguan produksi pangan, maupun tekanan terhadap harga kebutuhan masyarakat.