Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Diabaikan Gebetan? Hindari 8 Kesalahan Ini agar Tak Makin Jauh
ilustrasi Seorang wanita muda terlihat murung saat menatap layar ponselnya. (chatgpt.com/hwdalmadani)

Pesan yang tak kunjung dibalas saat sedang PDKT memang bisa memicu rasa cemas dan overthinking. Apalagi ketika gebetan masih aktif di media sosial, tetapi mengabaikan chat yang Anda kirim. Kondisi ini sering kali membuat seseorang bertanya-tanya tentang penyebabnya.

Meski begitu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap tenang dan tidak larut dalam rasa kecewa ketika gebetan belum membalas pesan.

1. Hindari chat gebetan terus menerus

ilustrasi seseorang membalas chat menggunakan ponsel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Rasa penasaran memang sulit dihindari, tetapi usahakan untuk tidak mengirim pesan secara beruntun. Kebiasaan ini justru dapat membuat gebetan merasa terganggu atau tertekan.

Berikan ruang dan waktu agar ia dapat membalas pesan ketika memiliki kesempatan.

2. Gunakan waktumu dengan melakukan kegiatan lain

ilustrasi wanita sedang membaca buku (pexels.com/George Milton)

Daripada terus menunggu balasan chat, cobalah mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Anda bisa menekuni hobi, berolahraga, menonton film, membaca buku, atau berkumpul bersama teman.

Dengan menyibukkan diri, pikiran akan lebih tenang dan tidak terus-menerus terpaku pada ponsel.

3. Hindari curhat di sosial media

ilustrasi curhat di medsos (pexels.com/Monstera)

Saat merasa kecewa, hindari meluapkan perasaan melalui unggahan atau sindiran di media sosial.

Selain terkesan kurang dewasa, tindakan tersebut juga berpotensi membuat gebetan merasa tidak nyaman. Jika ingin bercerita, lebih baik curhat kepada teman atau orang yang dipercaya.

4. Berpikir positif

Seorang wanita sedang menikmati makanannya dengan senyuman (pexels.com/@olly/)

Pesan yang belum dibalas tidak selalu berarti seseorang tidak tertarik. Bisa jadi ia sedang sibuk, memiliki urusan penting, atau belum sempat membuka aplikasi pesan.

Karena itu, hindari langsung menyimpulkan hal-hal negatif yang justru membuat diri sendiri semakin overthinking.

5. Jangan langsung mengintrogasinya

ilustrasi orang introgasi (Pexels.com/cottonbro studio)

Menanyakan alasan mengapa chat belum dibalas memang terdengar wajar. Namun, jika dilakukan terlalu cepat, hal tersebut justru bisa membuat lawan bicara merasa ditekan.

Lebih baik beri waktu dan tetap bersikap santai sambil menunggu respons darinya.

6. Upgrade diri kamu sebaik mungkin

Sebuah foto ilustrasi seorang wanita sedang mengoleskan minyak serum perawatan pada bulu matanya menggunakan korek kuping (cotton bud) di depan cermin. (Sumber: Freepik)

Gunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan percaya diri. Misalnya berolahraga, berbelanja secukupnya, melakukan perawatan diri, atau menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

Dengan begitu, kebahagiaan Anda tidak bergantung pada respons dari satu orang.

7. Tunjukkan kalau kamu bahagia tanpanya

ilustrasi mengobrol bersama teman (pexels.com/ELEVATE)

Jangan menunjukkan seolah-olah seluruh perhatian Anda hanya tertuju pada gebetan. Tetaplah menjalani rutinitas, bersosialisasi, dan menikmati waktu bersama teman maupun keluarga.

Sikap mandiri dan percaya diri justru dapat memberikan kesan yang lebih positif dibanding terus mengejar perhatian seseorang.

8. Move on

ilustrasi perempuan move on (pexels.com/Neva Szpigel)

Apabila setelah diberi waktu yang cukup ia tetap tidak menunjukkan ketertarikan atau terus mengabaikan pesan Anda, mungkin sudah saatnya berhenti berharap.

Tidak ada salahnya melepaskan harapan dan membuka hati untuk orang lain yang benar-benar menghargai kehadiran Anda.

Merasa sedih saat chat tidak dibalas merupakan hal yang wajar. Namun, jangan biarkan hal tersebut membuat Anda kehilangan rasa percaya diri. Ingat, respons seseorang bukanlah ukuran nilai diri Anda. Di luar sana masih banyak orang yang mampu memberikan perhatian, penghargaan, dan kasih sayang dengan tulus tanpa harus diminta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article