Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sidak RSUD Kanujoso, Gubernur Kaltim Soroti Antrean BPJS yang Menumpuk

Sidak RSUD Kanujoso, Gubernur Kaltim Soroti Antrean BPJS yang Menumpuk
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Dok. Pemprov Kaltim)

Balikpapan, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal pasca-libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam sidak yang dilakukan pada Rabu, Rudy meninjau sejumlah titik krusial, mulai dari ruang tunggu, klinik spesialis, hingga ruang rawat inap.

Ia menaruh perhatian serius terhadap kenyamanan pasien, khususnya terkait antrean layanan BPJS Kesehatan yang masih kerap dikeluhkan masyarakat.

“Keluhan terkait antrean BPJS masih menjadi catatan. Ini harus segera dibenahi agar pelayanan tetap cepat dan optimal,” tegasnya diberitakan Antara.

1. Gubernur pastikan fasilitas penunjang di RS

RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (IDN Times/Hilmansyah)
RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (IDN Times/Hilmansyah)

Selain itu, Rudy juga memastikan fasilitas penunjang seperti pendingin udara (AC) di ruang tunggu berfungsi dengan baik demi kenyamanan pasien.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Ahmad Jais, mengungkapkan terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan setelah libur Lebaran.

“Peningkatan mencapai 30 hingga 40 persen, terutama pada layanan rawat jalan dan rujukan,” ujarnya.

2. Jumlah pasien RS meningkat

Pasien menjalani perawatan di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. (IDN Times/Hilmansyah)
Pasien menjalani perawatan di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. (IDN Times/Hilmansyah)

Di Klinik Onkologi, dokter spesialis bedah onkologi dr. Wilian menyampaikan bahwa meski jumlah pasien meningkat, pelayanan medis tetap berjalan sesuai jadwal dengan dukungan tim dokter yang siaga setiap hari.

Selain meninjau layanan, Gubernur juga memantau progres pembangunan Gedung Jantung Terpadu yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026 dengan kapasitas 100 tempat tidur.

3. Kasus tertinggi menjadi keluhan di Kaltim

Ruang rawat inap di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. (IDN Times/Hilmansyah)
Ruang rawat inap di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. (IDN Times/Hilmansyah)

Berdasarkan data, penyakit jantung menjadi kasus tertinggi di Kalimantan Timur, disusul penyakit dalam dan kanker. Karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintah daerah.

“RSUD Kanujoso kita dorong menjadi rumah sakit jantung tipe A. Kebutuhan dokter spesialis jantung akan kita evaluasi, termasuk yang sedang menjalani pendidikan, karena penambahannya sangat mendesak,” jelas Rudy.

Sidak ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata, profesional, dan responsif bagi masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Alarm Karhutla! 32 Titik Panas Terdeteksi di Lima Daerah Kaltim

26 Mar 2026, 04:00 WIBNews