Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Cuma Orangutan, Ini 5 Satwa Unik yang Bersembunyi di Hutan Kalimantan
Salah satu individu orangutan yang dilepasliarkan di hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim
  • Kalimantan memiliki fauna unik yang tidak ditemukan di Jawa, termasuk biawak tanpa telinga endemik serta ular tampar biru yang persebarannya terbatas di Sarawak.
  • Orangutan Kalimantan berstatus kritis akibat perburuan, deforestasi, dan konflik manusia, sementara konservasi terus dilakukan untuk melindungi primata ikonik beserta habitat hutannya.
  • Katak kepala pipih Kalimantan terancam punah karena habitatnya terbatas di aliran Sungai Kapuas; kerusakan habitat dan aktivitas manusia mengancam beragam satwa lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pulau Kalimantan tidak hanya dikenal karena hutan hujan tropisnya yang luas, tetapi juga memiliki kekayaan fauna yang luar biasa. Mulai dari mamalia, reptil, amfibi, burung hingga berbagai jenis ikan dan serangga, sejumlah satwa di Kalimantan bahkan bersifat endemik dan tidak ditemukan di wilayah lain.

Beberapa di antaranya memiliki bentuk dan karakteristik unik. Namun, sebagian juga menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia.

Berikut lima hewan unik yang dapat ditemukan di Kalimantan:

1. Biawak tanpa telinga

biawak tanpa telinga (inaturalist.org/Vojtěch Víta)

Biawak tanpa telinga atau Lanthanotus borneensis merupakan reptil endemik Kalimantan. Berdasarkan data Global Biodiversity Information Facility (GBIF), spesies ini diketahui tersebar di Sarawak, Malaysia, serta Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Keberadaannya di Brunei masih menjadi perdebatan, meski sejumlah ahli menduga spesies tersebut juga terdapat di wilayah itu.

Biawak berwarna cokelat ini umumnya hidup di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan laut. Sebagai hewan semiakuatik, biawak tanpa telinga menyukai habitat lembap seperti tepian sungai dan danau.

Panjangnya sekitar 40 sentimeter. Meski disebut biawak, spesies ini bukan termasuk biawak sejati dari famili Varanidae, melainkan satu-satunya anggota famili Lanthanotidae.

2. Ular tampar biru

Ular tampar biru (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Ular tampar biru atau Dendrelaphis cyanochloris merupakan salah satu ular yang penyebarannya terbatas di Kalimantan. Berdasarkan data The Reptile Database, spesies ini tercatat di Sarawak dan tidak ditemukan di Pulau Jawa.

Ular ini memiliki tubuh ramping dengan panjang sekitar 1,5 meter. Bagian depan tubuhnya memiliki warna biru kehijauan yang mencolok.

Habitatnya meliputi hutan, kebun, tepian sungai, kawasan berbatu hingga pepohonan. Populasinya di Sarawak diketahui relatif terbatas sehingga keberadaannya menarik perhatian para peneliti.

3. Orangutan kalimantan

Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

Orangutan Kalimantan atau Pongo pygmaeus menjadi salah satu satwa paling ikonik di Pulau Kalimantan. Primata dengan rambut cokelat kemerahan ini memiliki status konservasi kritis atau critically endangered.

Ancaman terhadap populasinya antara lain perburuan, kehilangan habitat akibat deforestasi, serta konflik dengan manusia.

Berbagai upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi orangutan dan habitatnya. Keberadaan satwa ini juga menjadi indikator penting bagi kelestarian ekosistem hutan Kalimantan.

4. Rusa sambar

Rusa sambar (pixabay.com/Penny)

Rusa sambar atau Cervus unicolor merupakan salah satu spesies rusa terbesar yang dapat ditemukan di Kalimantan. Satwa ini juga memiliki wilayah persebaran luas di Asia, termasuk Sumatra, Thailand, Myanmar, India, hingga Tiongkok.

Rusa sambar mampu hidup di berbagai habitat, mulai dari dataran rendah hingga kawasan dengan ketinggian sekitar 3.500 meter di atas permukaan laut.

Satwa ini dapat hidup berkelompok dan memiliki tubuh besar. Bobotnya bahkan dapat mencapai lebih dari 500 kilogram dengan panjang tubuh hingga sekitar 2,7 meter.

Makanannya terdiri dari rumput, dedaunan, hingga buah-buahan.

5. Katak kepala pipih kalimantan

Katak kepala pipih kalimantan (naturepl.com/Chien Lee)

Katak kepala pipih Kalimantan atau Barbourula kalimantanensis merupakan salah satu amfibi paling unik di Kalimantan.

Spesies ini memiliki tubuh pipih dengan ukuran sekitar 7 sentimeter. Bentuk tubuh tersebut membuatnya mampu berkamuflase dengan lingkungan sekitar sehingga cukup sulit ditemukan saat survei.

Berdasarkan data iNaturalist, spesies ini berstatus terancam punah. Habitatnya yang terbatas di kawasan aliran Sungai Kapuas juga membuat keberadaannya rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Kekayaan fauna Kalimantan menjadi salah satu aset penting bagi keanekaragaman hayati dunia. Namun, kerusakan habitat, perburuan, dan berbagai aktivitas manusia membuat sejumlah satwa semakin terancam.

Karena itu, menjaga kelestarian hutan dan habitat alami menjadi langkah penting agar satwa-satwa unik Kalimantan tidak hanya tinggal dalam catatan sejarah, tetapi tetap dapat ditemukan oleh generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article