Samarinda, IDN Times - Masyarakat di sekitar kawasan hutan Kalimantan Timur mencatat nilai transaksi ekonomi sebesar Rp8,1 miliar dari berbagai usaha berbasis perhutanan sosial selama periode Januari hingga Mei 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah V, Elpa Rifadi, mengatakan nilai transaksi tersebut menjadi bukti bahwa usaha kehutanan berbasis masyarakat telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan kelompok tani hutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan hutan.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha kehutanan berbasis masyarakat telah memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi anggota kelompok sekaligus mendukung pembangunan ekonomi wilayah sekitar kawasan hutan," ujar Elpa dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (29/6/2026).
