Relawan pemadam karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa).
Data penanganan karhutla mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 38.310,86 hektare.
Pemerintah pun terus memperkuat penanganan melalui operasi darat dan udara. Upaya tersebut meliputi patroli, pemadaman dari udara dengan water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan bersama pemerintah pusat dan BMKG.
Satgas darat yang diterjunkan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, DLHK, personel BKO, Masyarakat Peduli Api, serta pihak perusahaan.
Di lapangan, petugas masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya sumber air, lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, kemampuan pompa, serta jarak pandang yang dapat menghambat operasi udara.
Norsan menegaskan penanganan karhutla di Kalbar saat ini tidak hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan serta penanganan dampak yang dirasakan masyarakat.
Pencegahan dilakukan melalui patroli, sosialisasi larangan membakar lahan dan penegakan hukum. Sementara dampak asap ditangani dengan penyediaan air bersih, pembagian masker, serta layanan kesehatan bagi warga.
Usai meninjau lokasi karhutla di Sungai Malaya, Gibran bersama rombongan bertolak menuju Bandara Supadio Pontianak untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara.