TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sambut IKN, Penajam Paser Utara Rintis Perguruan Tinggi Kemaritiman 

Pemkab PPU ingin tingkatkan daya saing warga

IDN Times/ Muchammad Haikal

Penajam, IDN Times - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Hamdam, mengatakan, dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Pemerintah Kabupaten PPU sedang giat merintis berdirinya Perguruan Tinggi (PT) Kemaritiman, agar generasi millennial asal PPU mampu bersaing di IKN

"Sesuai program Bapak Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo memiliki program untuk peningkatan SDM. Mestinya Dirjen Pendidikan Tinggi  (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperbanyak program - program pendidikan kejuruan, sehingga kami berupaya agar di PPU ada satu PT Kemaritiman," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (4/2) di Penajam.

 

Baca Juga: Warga Ibu Kota Baru, Puluhan Tahun Alami Krisis Air Bersih

1. Jurusan kemaritiman dipilih karena PPU miliki potensi maritim

Wabup PPU. Ir. H. Hamdam (IDN Times/ Ervan Masbanjar)

Ia menjelaskan, kenapa dipilih jurusan kemaritiman, karena PPU miliki potensi maritim berupa garis pantai mencapai 177 kilometer, tanah datar dan curah hujan yang tinggi, sehingga memiliki potensi perikanan darat maupun laut, maka dibutuhkan SDM yang mampu memasok kebutuhan pangan ikan masyarakat di IKN.

Wabup menuturkan, potensi perikanan laut di PPU bisa dilakukan dengan budidaya atau tangkap. Sementara itu, menurut informasi dari Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ternyata potensi laut di PPU bahkan belum ada sepertiganya yang tergarap.

"Menjawab hal itu, maka kami berupaya agar PPU memiliki SDM - SDM spesialisasi yang mumpuni dibidang kemaritiman dan perikanan," tegasnya.

2. Nelayan PPU masih sangat tradisional dengan menggunakan kapal dan mesin kemampuan terbatas

Kapal nelayan PPU (IDN Times/humas setkab ppu)

Hamdam mencontohkan, nelayan PPU yang saat ini masih sangat tradisional dengan menggunakan kapal  dan mesin yang kemampuannya terbatas. Tentu hasilnya tidak maksimal dan kurang ekonomis, sementara lokasi ikan semakin jauh ke tengah laut dan sedikit saja yang berada di pesisir pantai. Nelayan perlu peralatan yang memadai untuk menangkap ikan tadi.

"Saat ini kalau menggunakan kapal yang ada, nelayan kesulitan dan tidak seimbang penggunaan bahan bakar minyak dengan hasil tangkapannya, sehingga tidak ekonomis," katanya.

Menurutnya, jikalau pemerintah pusat memberikan bantuan kapal dan mesin mengatasi persoalan itu, termasuk tersedianya navigasi dan peralatan canggih untuk melacak keberadaan ikan di laut, tetapi masalahnya PPU tidak memiliki SDM yang mumpuni. Oleh karena itu, untuk mengoperasikan peralatan itu dibutuhkan SDM memahami penggunaan peralatan tersebut sehingga tidak salah kalau di PPU perlu ada perguruan tinggi di bidang kemaritiman dan perikanan.

"Kedepan harapannya, di PPU sarjana yang jadi nelayan mengoperasikan kapal tangkap ikan dilengkapi peralatan canggih. Sehingga hasil tangkapan ikannya berjumlah ton - ton dan akhirnya kita berpikir profesi menjadi nelayan bukan lagi paksaan tetapi betul betul jadi pilihan," tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Terbitkan SK Penentuan Lokasi Bendungan Ibu Kota Baru

Berita Terkini Lainnya