Kasus COVID-19 Melandai, Balikpapan Terapkan PTM 50 Persen

PTM dianggap aman, mengacu SKB empat menteri

Balikpapan, IDN Times - Kegiatan belajar mengajar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Senin (7/3/2022). Sebelumnya saat terjadi lonjakan kasus anak sekolah, Balikpapan sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama beberapa pekan.

Penjabat Sekda Kota Balikpapan Muhaimin menjelaskan, Pemerintah Kota Balikpapan telah mengeluarkan edaran wali kota , bahwa PTM dilakukan 50 persen per hari Senin sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Kasus sempat 900-an makanya kita tutup sekolah. Sekarang kasus sudah melandai 200-an. Kemudian di SK bersama empat menteri, kalau PPKM level 3 bisa PTM 50 persen," jelasnya. 

1. Vaksin guru dan pelajar sudah mendekati 100 persen

Kasus COVID-19 Melandai, Balikpapan Terapkan PTM 50 PersenIDN Times/Maulana

Ia menerangkan, salah satu yang juga menjadi pertimbangan adalah vaksinasi untuk tenaga pengajar yang sudah hampir 100 persen. Selain itu vaksinasi pelajar juga mendekati 100 persen.

"Jadi tetap dibatasi. Mereka bergantian, dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jarak antar siswa ada. Jumlah siswa harus separuh dari kuota kelas," terangnya. 

Untuk jadwal tersebut diatur oleh satuan pendidikan masing-masing. "Penerapannya seperti sebelumnya waktu 50 persen PTM. Ini berjalan SMP nanti ada pemberitahuan lebih lanjut lagi. Jalan dulu," katanya. 

Baca Juga: Minyak Goreng Masih Langka, Pemkot Balikpapan akan Gelar Sidak

2. Berlaku juga untuk perguruan tinggi

Kasus COVID-19 Melandai, Balikpapan Terapkan PTM 50 PersenKepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty. IDN Times/Fatmawati

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan, saat ini pelaksanaan PTM 50 persen sudah dianggap aman. Termasuk di perguruan tinggi yang kasusnya juga sudah turun.

"Setelah kita tutup perguruan tinggi kasus menurun signifikan. Terbaru ada lima kasus, itu pun tidak hanya satu perguruan tinggi. Sebelumnya kasus kami temukan di ITK, sementara sekarang bervariasi kasusnya, walau masih ada juga di ITK," terang Dio, sapaan Andi Sri Juliarty.

Beberapa kampus lain yakni STT Migas dan Universitas Mulia. Sehingga perguruan tinggi sudah kembali dibuka 50 persen. 

Sementara untuk anak sekolah usia 7-12 ada 304 kasus sejak 1 Januari sampai sekarang. 13-15 tahun atau usia SMP ada 216 kasus. Sementara SMA atau 16-18 tahun ada 356 kasus. 

"Saat ini sudah tidak ditemukan lagi kluster sekolah. Ini karena tindakan yang kita ambil cepat. Begitu ditemukan kasus sekolah langsung ditutup. Sehingga tinggal klaster keluarga," jelasnya.

3. Kasus pada pelajar tak lagi dari kluster sekolah

Ia menambahkan, pada dasarnya kasus baru pada pelajar masih terjadi, namun pada klaster keluarga. Pasalnya sekolah sudah ditutup, sehingga sudah memutus penularan. 

Kendati PTM sudah kembali diterapkan 50 persen, masih dianggap aman karena sudah bisa diatur jarak antar tiap anak. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dalam hal ini telah memberikan rekomendasi untuk kembali dilaksanakannya PTM 50 persen ini.

"Kalau pun ada temuan kasus lagi ya kembali ke SKB empat menteri, jadi kelas tutup. Tapi tergantung juga kontak eratnya. Kalau kontak erat tersebar di sekolah, maka tentu juga akan ditutup," tandasnya.

Baca Juga: Pasien Rawat Inap Isoter COVID-19 di Kaltim Turun Tipis

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya