Borneo FC Tumbang 1-2 di Markas Persebaya, Nadeo Diganjar Kartu Merah

Balikpapan, IDN Times - Borneo FC harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (20/12/2024) malam. Kekalahan ini semakin pahit setelah penjaga gawang mereka, Nadeo Argawinata, menerima kartu merah di akhir babak pertama.
Persebaya, yang dijuluki Bajul Ijo, memastikan kemenangan berkat dua gol dari Francisco Rivera, legiun asing asal Meksiko, pada menit ke-16 dan ke-29. Borneo FC hanya mampu membalas lewat gol Ronaldo Rodrigues tiga menit berselang (32').
Meski kalah, Borneo FC masih bertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 dengan 26 poin. Namun, posisi mereka terancam oleh Persija Jakarta yang baru akan menghadapi PS Sleman pada Sabtu malam. Jika Persija menang, mereka akan menggeser Borneo dengan 28 poin.
Sementara itu, kemenangan ini semakin memperkokoh Persebaya di puncak klasemen dengan koleksi 37 poin, semakin menjauh dari para pesaingnya.
1. Pieter Huistra nilai timnya lebih dominan

Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, merasa hasil akhir tidak mencerminkan dominasi timnya di lapangan. Menurutnya, Pesut Etam bermain lebih baik dan menguasai jalannya pertandingan.
"Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan mampu mengontrol permainan," ujar Huistra saat konferensi pers usai laga.
Namun, keunggulan Persebaya dimulai dari gol pembuka Francisco Rivera di menit ke-16. Gol tersebut tercipta setelah Rivera memanfaatkan bola hasil sapuan kurang sempurna dari Hendro Siswanto.
"Gol pertama seharusnya tidak terjadi. Itu adalah shoot on goal pertama Persebaya, dan langsung menjadi gol," ungkapnya kecewa.
2. Kartu merah Nadeo, Pesut Etam tetap tampil spartan

Petaka datang bagi Borneo FC di penghujung babak pertama. Nadeo Argawinata diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap Bruno Moreira. Bermain dengan 10 pemain, Borneo FC tetap menunjukkan perlawanan sengit di babak kedua.
Pesut Etam bahkan berhasil menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menyamakan kedudukan.
"Kami tetap dominan dan mampu membuat Persebaya tertekan meski bermain dengan 10 orang. Saya bangga dengan semangat tim," kata Huistra.
Namun, pelatih asal Belanda ini juga menyayangkan keputusan wasit yang hanya memberikan tambahan waktu 5 menit pada babak kedua, meski ia menilai banyak waktu terbuang akibat taktik mengulur waktu pemain Persebaya.
"Menurut hitungan kami, ada sekitar 12 menit waktu yang terbuang. Semestinya tambahan waktu lebih lama," ujarnya.
3. Pelatih Persebaya sebut laga melawan Borneo FC tak mudah

Di sisi lain, Pelatih Persebaya, Paul Munster, mengakui laga melawan Borneo FC tidak berjalan mudah. Menurutnya, Borneo FC bermain solid dan memiliki pemain berkualitas individu yang baik.
"Pertandingan ini sulit. Borneo FC punya pemain dengan kualitas individu yang bagus. Kami memang mencetak dua gol di babak pertama, tetapi kebobolan dari situasi sepak pojok cukup mengecewakan," tuturnya.
Dengan kemenangan ini, Persebaya semakin percaya diri menyongsong laga-laga berikutnya di Liga 1, sementara Borneo FC harus segera bangkit untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen.