Banyak orang pulang dari perjalanan dengan ratusan foto di ponsel, tetapi hanya sedikit kenangan yang benar-benar melekat di ingatan. Secara psikologis, kondisi ini bukan berarti perjalanannya tidak berkesan, melainkan karena otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu singkat tanpa sempat mengolahnya secara mendalam.
Destinasi yang berganti cepat, agenda padat, serta perhatian yang terpecah antara menikmati momen dan mengabadikannya membuat pengalaman traveling mudah menguap. Akibatnya, yang tersisa hanya dokumentasi, bukan memori yang kuat.
Kabar baiknya, pengalaman perjalanan bisa “dilatih” agar lebih membekas. Otak bersifat plastis, sehingga cara seseorang menjalani dan memaknai perjalanan sangat memengaruhi apa yang akan diingat di kemudian hari.
Berikut lima tips agar perjalanan tidak mudah terlupakan:
