Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Biar Gak Makan Berlebihan, Yuk Kenali Konsep Mindful Eating

Kota Samarinda
2 min read
Biar Gak Makan Berlebihan, Yuk Kenali Konsep Mindful Eating
ilustrasi makanan Indonesia di atas meja (unsplash.com/Ega Morgan)
  • Mindful eating mengajak seseorang makan dengan penuh kesadaran terhadap makanan, waktu makan, serta sinyal lapar dan kenyang dari tubuh.
  • Makan sambil menonton, bekerja, atau scrolling dapat membuat konsumsi makanan tidak disadari; fokus pada aroma, tekstur, rasa, dan sensasi tiap suapan dianjurkan.
  • Penerapannya dapat dimulai perlahan dengan memilih makanan bernutrisi, menghindari makan karena bosan atau stres, serta menghargai asal dan proses makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang makan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar. Tak jarang, aktivitas makan dilakukan sambil menonton serial, bekerja, atau scrolling media sosial sehingga makanan habis tanpa benar-benar dinikmati.

Padahal, ada konsep makan yang mengajak seseorang lebih sadar terhadap makanan dan proses saat menyantapnya, yakni mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.

Mindful eating bukan sekadar memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga memahami bagaimana, kapan, dan apa yang dirasakan saat makan. Dengan begitu, seseorang bisa lebih peka terhadap sinyal tubuh, termasuk rasa lapar dan kenyang.

Kebiasaan makan sambil melakukan aktivitas lain juga dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi. Karena itu, menerapkan mindful eating dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan makan yang lebih teratur dan penuh perhatian.

Tak perlu rumit, berikut beberapa langkah sederhana untuk mulai menerapkan mindful eating:

  1. 1. Mengapa makan sadar penting?

    Ilustrasi dua orang yang tengah makan
    Ilustrasi dua orang yang tengah makan (pexels.com/AEGŞ)

    Cobalah meluangkan waktu untuk menikmati makanan tanpa gangguan ponsel atau televisi. Perhatikan aroma, tekstur, rasa, dan sensasi makanan di setiap suapan.

  2. 2. Kenali rasa lapar dan kenyang

    Ilustrasi orang dewasa melihat timbangan di samping makanan sehat dengan porsi sedang di meja makan.
    Sudah mengurangi porsi makan tetapi berat badan belum turun? Pola makan sehat saja belum tentu cukup karena jumlah energi yang masuk, aktivitas fisik, tidur, stres, dan faktor lainnya juga dapat memengaruhi berat badan. Sumber: Dok. Pribadi, AI-generated

    Belajar mengenali sinyal tubuh sebelum dan sesudah makan. Hindari makan hanya karena bosan atau sedang stres. Beri kesempatan tubuh untuk memberi tahu kapan benar-benar membutuhkan makanan dan kapan sudah merasa cukup.

  3. 3. Kenali makanan sehat

    ilustrasi seseorang sedang menyiapkan bahan makanan sehat di dapur
    ilustrasi seseorang sedang menyiapkan bahan makanan sehat di dapur (pexels.com/Sarah Chai)

    Usahakan memilih makanan yang lebih bernutrisi, seperti makanan segar dan minim proses. Pilihan makanan yang baik dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus menunjang energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

  4. 4. Hargai proses di balik makanan

    olahan sayuran dan buah-buahan yang menyehatkan
    contoh makanan sehat ( sc : pinterest )

    Makan dengan sadar juga berarti menghargai makanan yang ada di hadapan kita. Cobalah memahami asal bahan makanan hingga proses pengolahannya. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang lebih menghargai makanan dan mengurangi kebiasaan menyia-nyiakannya.

    Selain membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan makanan, mindful eating juga dapat membuat aktivitas makan terasa lebih menyenangkan. Seseorang bisa menikmati makanan dengan lebih utuh tanpa terburu-buru atau merasa bersalah.

    Menerapkan kebiasaan ini pun tidak harus langsung sempurna. Mulailah secara perlahan, misalnya dengan menyisihkan waktu beberapa menit untuk makan tanpa gangguan dan benar-benar memperhatikan setiap suapan.

    Dengan makan lebih sadar, aktivitas yang selama ini dianggap sekadar rutinitas bisa menjadi momen untuk lebih terhubung dengan tubuh dan menikmati makanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More