Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cita Rasa Timur Tengah, 5 Roti Khas Arab Saudi yang Kaya Tradisi
Roti Tamis di Makkah, Arab Saudi (IDN Times/Sunariyah)

Tak jauh berbeda dengan Indonesia, sebagian besar masyarakat Arab Saudi menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Meski demikian, roti tetap memiliki peran penting dalam tradisi kuliner negara tersebut. Hampir di setiap hidangan, roti kerap hadir sebagai pelengkap, bahkan menjadi menu utama, terutama saat sarapan.

Roti memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner Arab Saudi. Setiap daerah pun memiliki jenis roti khas dengan cita rasa dan teknik pembuatan yang berbeda. Berikut lima roti khas Arab Saudi yang patut Anda kenali.

1. Khubz ahmar

Khubz Ahmar (instagram.com/tasteatlas)

Khubz ahmar berasal dari Provinsi Al-Ahsa. Roti ini memiliki warna kemerahan yang unik karena adonannya dicampur dengan kurma. Bentuknya bundar dan pipih, biasanya disajikan bersama semur atau salad.

Bahan yang digunakan antara lain tepung terigu, kurma, kapulaga, saffron, air, dan garam. Proses pemanggangan dilakukan menggunakan oven tradisional yang dilapisi batang pohon palem. Cara ini menghasilkan aroma smokey yang khas dan menggugah selera.

2. Muqana

Pembuatan Roti Tamis di Makkah, Arab Saudi (IDN Times/Sunariyah)

Muqana merupakan salah satu makanan pokok masyarakat di Provinsi Al-Bahah. Roti ini dibuat dari campuran tepung terigu, air, dan garam yang difermentasi sebelum dipanggang.

Proses memasaknya terbilang unik. Adonan diletakkan di atas wadah batu berbentuk bulat yang telah dipanaskan. Bagian atas adonan kemudian dibakar menggunakan daun palem. Muqana biasanya disajikan dengan madu, ghee (mentega khas Timur Tengah), dan kaldu daging.

3. Shuraik

Shuraik (instagram.com/tasteatlas)

Shuraik tidak hanya populer di Arab Saudi, tetapi juga di sejumlah negara di Semenanjung Arab. Roti ini memiliki cita rasa sedikit manis dan kerap dijadikan menu sarapan.

Bahan pembuatannya meliputi tepung, ragi, gula, susu, air, dan garam. Untuk mendapatkan tekstur sempurna, adonan harus diuleni hingga kalis lalu didiamkan hingga mengembang. Setelah dibentuk bulat atau oval, adonan kembali diistirahatkan sebelum dipanggang. Hasilnya, bagian luar terasa renyah sementara bagian dalam tetap lembut dan berongga. Shuraik biasanya disantap bersama mentega, madu, atau keju.

4. Mifa

Mifa (instagram.com/hihome.sa)

Mifa berasal dari Provinsi Asir dan dinamai sesuai dengan oven tradisional yang digunakan untuk memanggangnya. Adonan roti yang terdiri dari tepung, air, garam, dan minyak ditempelkan pada dinding oven besar berbahan bakar kayu.

Proses pemanggangan berlangsung cepat untuk menghasilkan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Aroma kayu bakar memberikan sentuhan smokey yang menjadi ciri khas roti ini.

5. Tamees

Tamees (instagram.com/teya.eatsss)

Tamees merupakan roti pipih bertekstur lembut, ringan, dan sedikit kenyal. Roti ini sangat populer sebagai menu sarapan di Arab Saudi.

Biasanya, tamees disajikan hangat bersama kedelai, keju, atau madu. Proses pemanggangannya menggunakan oven batu berbahan bakar kayu, sehingga menghasilkan tekstur berongga dengan aroma yang khas.

Keberagaman roti di Arab Saudi menunjukkan betapa kuatnya pengaruh tradisi dan ketersediaan bahan lokal dalam membentuk identitas kuliner setiap daerah. Masing-masing roti menawarkan cita rasa dan pengalaman yang berbeda, mencerminkan kekayaan budaya setempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team