Mahasiswa Geruduk Bawaslu Kalsel Menolak Kecurangan Pemilu

Menuntut penindakan ASN yang tidak netral

Banjarmasin, IDN Times - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendemo Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Senin (12/2/2024). Mahasiswa menuntut netralitas aparatur sipil negara (ASN) digelar 14 Februari 2024 nanti mengingat adanya sejumlah laporan praktik kecurangan aparat. 

Seperti ditujukan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar jabatannya segera diisi pelaksana tugas jelang pilkada berikutnya. Tuntutan tersebut terpampang jelas dalam spanduk yang dibawa oleh para demonstran, bertuliskan "Gubernur segera PLT!!! Kadisdikbud turunkan dari jabatan".

1. Kadisdik dan Gubernur Kalsel diminta mundur dari jabatan

Mahasiswa Geruduk Bawaslu Kalsel Menolak Kecurangan PemiluDemontrasi mahasiswa tuntut netralitas ASN di Kalsel.

Perwakilan koordinator aksi, yang juga Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) M Syamsu Rizal menyatakan, Bawaslu Kalsel harus menindaklanjuti aduan dan temuan pelanggaran yang dilaporkan.

Mereka juga menyerukan agar lembaga penyelenggara pemilu tidak lagi terlibat dalam kepentingan dan tendensi politik. Pihaknya menilai bahwa kinerja Bawaslu Kalsel terbilang lamban dalam menangani pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah ASN, seperti yang dilakukan oleh Kadisdik Muhammadun beberapa bulan lalu.

Baca Juga: Target PAD Terlalu Tinggi, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Penyesuaian

2. Bawaslu Kalsel disebut lambat bertindak

Mahasiswa Geruduk Bawaslu Kalsel Menolak Kecurangan PemiluBawaslu Kalsel temui demontran mahasiswa Kalsel.

Mahasiswa akan terus mengampanyekan netralitas aparat negara dalam pilpres ini.

"Kami akan terus mengampanyekan netralitas ASN. Rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah ada, yaitu untuk mencopot atau memberhentikan oknum ASN yang melanggar netralitas," tegas Syamsu.

Dia juga berharap agar potensi kecurangan moralitas dan integritas dalam proses demokrasi dapat diminimalkan, sehingga tidak ada lagi kebutuhan bagi mahasiswa untuk mempertanyakan kinerja pemerintahan.

3. Bawaslu mengaku sudah kerja sesuai tupoksi

Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin Aries Mardiono menanggapi bahwa pihaknya telah menindaklanjuti masalah netralitas ASN sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KASN.

"Kami telah memberikan penjelasan kepada para mahasiswa bahwa Bawaslu hadir untuk mengawasi peristiwa-peristiwa tersebut. Rekomendasi dari KASN berasal dari kami untuk menindaklanjuti kasus ASN yang terlibat," jelasnya.

Namun, Aries menekankan bahwa wewenang Bawaslu hanya sebatas pengawasan, dan pihaknya telah mengirim surat kepada Pemprov Kalsel untuk meminta informasi terkait tindak lanjut dari rekomendasi KASN.

Baca Juga: Sampah dan Drainase di Banjarmasin yang Dikeluhkan Masyarakat 

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya