Pelajar di Banjarmasin dikenalkan Pindapatta, tradisi sebelum ibadah Waisak.
Sebelum pelaksanaan puja bakti umum atau upacara keagamaan, tradisi Buddha di Banjarmasin mengadakan Pindapatta, sebuah perayaan khusus dalam perayaan Waisak yang bertujuan untuk mengenalkan anak-anak akan sifat-sifat kebajikan.
Menurut Bhante, inti dari Pindapatta adalah untuk mengembangkan sifat kemurahan hati dan kepedulian pada orang lain di kalangan anak-anak.
Pindapatta sendiri adalah tradisi penerimaan pemberian, seperti bahan makanan, dari masyarakat kepada para biksu. Tradisi ini telah lestari sejak zaman para Buddha dan para siswanya, atau para biksu, dan masih dipraktikkan hingga kini.
Di Indonesia, tradisi ini hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, termasuk saat perayaan Waisak. Salah satu contohnya adalah yang dilaksanakan di lapangan sekolah di sekitar Vihara Dhammasoka Banjarmasin, di mana para siswa TK, SD, dan SMP berbaris memegang sejumlah bahan makanan. Mereka kemudian menyerahkannya kepada para biksu yang berkeliling sambil membawa patta atau mangkok sembari mengucapkan doa.