Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Kalbar yang Terpapar Hantavirus Meninggal, Tubuh Menguning

Warga Kalbar yang Terpapar Hantavirus Meninggal, Tubuh Menguning
23 Kasus Hantavirus di Indonesia Sejak 2024 (https://app.cnnindonesia.com)

Pontianak, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mengonfirmasi satu warga di Kalbar terinfeksi hantavirus dan meninggal dunia.

Kasus ini menjadi perhatian serius setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis data adanya 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia, dengan satu kasus berasal dari Kalbar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, Harisson, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan pasien sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kalbar sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal pada 3 Maret 2026,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

1. Pasien kuning saat sampai di RS

Seekor tikus kecil berwarna cokelat sedang berdiri di atas permukaan tanah yang berbatu.
Tikus merupakan pembawa utama (vektor) penyebaran Hantavirus melalui kotoran dan urinenya. (pexels.com/Alexas_Fotos)

Harisson menuturkan, saat tiba di rumah sakit kondisi pasien sudah sangat serius.

Pasien mengalami demam tinggi selama empat hari, tubuh menguning (ikterik), serta tidak mengeluarkan urine (anuri), yang menandakan adanya gangguan berat pada organ tubuh.

Pemerintah Provinsi Kalbar kini meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran virus hanta tersebut.

2. Perketat pengawasan masuknya virus

ilustrasi penyebaran hantavirus
ilustrasi penyebaran hantavirus (commons.wikimedia.org/Manu5)

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar disebut terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Pontianak untuk memperketat pengawasan serta mencegah masuknya pembawa virus.

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga sanitasi lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun lingkungan yang terkontaminasi.

Harisson menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berkaitan erat dengan tikus. Gejala yang umum muncul di antaranya demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual muntah, sesak napas, hingga gangguan ginjal.

“Penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi, terapi suportif, serta pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan,” jelasnya.

3. Imbau warga Kalbar waspada dan tak panik

IMG_6008.jpeg
Sekda Kalbar, Harisson. (IDN Times/Teri).

Di fasilitas kesehatan, pasien dengan gejala berat akan dirawat di ruang isolasi. Tenaga medis juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, termasuk masker N95, sarung tangan, pelindung mata, hingga hazmat sesuai tingkat risiko penanganan.

Pemprov Kalbar mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan tikus, urine, feses, atau debu yang diduga tercemar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Warga Kalbar yang Terpapar Hantavirus Meninggal, Tubuh Menguning

12 Mei 2026, 17:19 WIBNews