Viral Karena Polemik LCC 4 Pilar, Josepha Ditawarkan Beasiswa ke Cina

Pontianak, IDN Times - Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China kepada Josepha, siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak yang menjadi sorotan publik usai peristiwa protes terhadap dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Josepha diketahui merupakan alumni SMP Negeri 10 Pontianak dan anak kedua dari dua bersaudara.
Pada hari ini, Josepha diundang ke MPR RI di Jakarta dengan didampingi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, serta guru pembimbing.
Sebelumnya diberitakan, Josepha, peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak protes ke dewan juri karena jawaban disalahkan, padahal jawaban tersebut benar. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial.
1. VC Josepha, minta maaf

Dalam pertemuan tersebut, Rifqi yang merupakan alumni SMAN 1 Pontianak menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi pada babak final LCC 4 Pilar di Pontianak beberapa waktu lalu.
“Saya meminta maaf kalau ada kesalahan dalam proses cerdas cermat kemarin tingkat final di Pontianak, Kalimantan Barat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
2. Bangga karena Josepha berani

Ia juga menyebut bahwa secara institusi, MPR RI nantinya akan memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf resmi terkait peristiwa tersebut.
Selain itu, Rifqi mengaku bangga atas keberanian dan sikap Josepha yang dinilai telah membawa nama baik sekolah hingga dikenal secara nasional.
“Abang bangga dengan Josepha yang telah menjadi dutanya SMAN 1 Pontianak. Sekarang sudah menasional dengan peristiwa ini dan kita ambil hikmahnya,” katanya.
3. Berikan beasiswa ke Tiongkok gratis

Sebagai bentuk apresiasi, Rifqi menawarkan beasiswa penuh kuliah di China kepada Josepha setelah lulus SMA. Tak hanya itu, ia juga menjanjikan peluang kerja di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
“Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan abang berikan beasiswa kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional kalau sudah lulus dari China,” ungkapnya.
Dia meminta Josepha untuk terlebih dahulu mendiskusikan tawaran tersebut bersama orang tua dan pihak sekolah sebelum mengambil keputusan.


















