- 35 peserta untuk jabatan kerja tukang bangunan umum (jenjang 1),
- 46 peserta untuk jabatan kerja juru ukur atau surveyor (jenjang 3),
- 12 peserta untuk jabatan kerja quantity surveyor madya (jenjang 5),
111 Tenaga Kerja di PPU Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Konstruksi

Penajam, IDN Times - Sebanyak 111 warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Kegiatan ini mencakup kualifikasi operator, teknisi, dan analis pada jenjang 1, 2, 3, 5, dan 6 tahun 2024.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 November 2024, digelar di Hotel Grand Nusa PPU. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU melalui Bidang Bina Konstruksi (Bikon).
1. Dorong pembangunan infrastruktur berkualitas

Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten PPU, Muhammad Saing, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional guna mendukung pembangunan infrastruktur berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing di wilayah PPU.
“Pelatihan ini bagian dari upaya kita untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017, yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi,” ujar Saing saat membuka kegiatan pada Senin (18/11/2024).
Ia juga mengingatkan bahwa terdapat sanksi bagi pengguna dan penyedia jasa konstruksi yang mempekerjakan tenaga kerja tanpa sertifikat kompetensi.
2. Tantangan dan upaya pemenuhan tenaga kerja bersertifikat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, terdapat sekitar 5.400 tenaga kerja di sektor konstruksi di PPU. Namun, hanya 1.215 tenaga kerja terampil dan 350 tenaga kerja kualifikasi ahli yang telah memiliki sertifikat.
“Masih ada gap antara jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat dengan tenaga kerja aktif di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus bersinergi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bersertifikat,” tambahnya.
Pada tahun 2024, Pemprov Kalimantan Timur telah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di PPU, dengan target 475 orang untuk berbagai jabatan kerja.
3. Rincian peserta pelatihan

Dari total 111 peserta yang mengikuti pelatihan tahun ini, mereka terbagi dalam beberapa kualifikasi, yakni:
18 peserta untuk jabatan kerja quantity surveyor utama (jenjang 6).
“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi di Kabupaten PPU, sekaligus mendukung pembangunan sektor konstruksi yang lebih baik,” pungkas Saing.



















