Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Beratnya Capai 250 Kg, Ini Fakta Unik Kura-Kura Raksasa Aldabra

Beratnya Capai 250 Kg, Ini Fakta Unik Kura-Kura Raksasa Aldabra
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Yotcmdr)

Aldabra giant tortoise merupakan salah satu spesies kura-kura raksasa yang berasal dari Kepulauan Seychelles. Hewan ini termasuk dalam famili Testudinidae dengan nama ilmiah Aldabrachelys gigantea.

Kura-kura ini memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, dengan panjang mencapai 90 hingga 122 sentimeter dan berat antara 150 hingga 250 kilogram. Meski bertubuh besar, Aldabra giant tortoise mampu bergerak dengan kecepatan sekitar 1 kilometer per jam. Cangkangnya berwarna cokelat hingga keabu-abuan, sementara kaki yang kekar dan bersisik berfungsi menopang tubuhnya yang berat.

Lehernya yang panjang memungkinkan kura-kura ini menjangkau makanan hingga setinggi satu meter dari permukaan tanah. Secara umum, jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan betina.

1. Wilayah penyebaran aldabra giant tortoise

Aldabra giant tortoise
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Muhammad Mahdi Karim)

Aldabra giant tortoise merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan secara alami di Aldabra Atoll, Seychelles, sebuah kepulauan di Samudra Hindia yang terletak di timur laut Madagaskar. Meski demikian, sebagian populasi juga diperkenalkan ke beberapa pulau lain seperti Reunion dan Mauritius.

Spesies ini hidup di darat dan mampu beradaptasi di berbagai habitat, mulai dari rawa bakau, hutan semak, pantai pesisir, hingga bukit pasir. Populasi terbesar biasanya ditemukan di padang rumput yang dikenal sebagai “platin”.

2. Apa yang dimakannya?

Aldabra giant tortoise
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Medium69)

Sebagai herbivora, Aldabra giant tortoise menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari makan. Mereka hidup di area yang kaya akan tumbuhan, yang dikenal sebagai “tortoise turf”, dengan lebih dari 20 jenis vegetasi.

Makanan utamanya meliputi dedaunan, buah-buahan, beri, hingga kacang-kacangan. Dalam beberapa kasus, kura-kura ini juga menggunakan kaki belakangnya untuk menjangkau makanan yang lebih tinggi.

Namun, keberadaan hewan lain di habitatnya membuat persaingan mendapatkan makanan menjadi semakin ketat.

3. Aktivitas

Aldabra giant tortoise
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Anil Oztas)

Aldabra giant tortoise termasuk hewan krepuskular, yaitu aktif pada waktu fajar dan petang. Pada siang hari, mereka cenderung beristirahat di tempat teduh, seperti di bawah pohon, liang, atau kubangan lumpur untuk menjaga suhu tubuh tetap sejuk.

Kura-kura ini juga dikenal gemar berkubang di lumpur sebagai cara melindungi diri dari serangga, seperti nyamuk. Dalam sehari, mereka dapat menghabiskan waktu hingga 18 jam untuk beristirahat.

Saat tidak beraktivitas, kura-kura ini biasanya berbaring dengan bagian bawah cangkang menyentuh tanah dan kepala sedikit ditarik ke dalam. Mereka dapat hidup menyendiri maupun berkelompok, terutama di area dengan sumber makanan melimpah.

4. Perilaku reproduksi

Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Yulia Kolosova)
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Yulia Kolosova)

Meski dikenal sebagai hewan yang relatif tenang, Aldabra giant tortoise memiliki perilaku sosial tertentu. Jantan kerap bertarung untuk memperebutkan wilayah dan pasangan.

Spesies ini memiliki sistem perkawinan poligami. Musim kawin berlangsung antara Februari hingga Mei. Betina biasanya bertelur sebanyak 4 hingga 14 butir di sarang dangkal.

Masa inkubasi telur bervariasi, tergantung suhu lingkungan, yaitu sekitar 110 hari pada suhu hangat dan bisa mencapai 250 hari pada suhu lebih dingin. Anak kura-kura biasanya menetas antara Oktober hingga Desember, dan baru mencapai usia dewasa pada umur 20 hingga 30 tahun.

5. Status konservasi

Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Diego Delso)
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Diego Delso)

Aldabra giant tortoise dikategorikan sebagai spesies rentan (vulnerable) oleh IUCN. Meski populasinya diperkirakan masih lebih dari 100 ribu individu, keberadaan spesies ini tetap perlu dilindungi dari ancaman perubahan habitat dan aktivitas manusia.

6. Sistem perkawinan aldabra giant tortoise

Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Rufus46)
Aldabra giant tortoise (commons.m.wikimedia.org/Rufus46)

Sistem perkawinan aldabra giant tortoise sepertinya adalah poligami, jantan dan betina punya banyak pasangan kawin. Salah satu kriteria untuk memilih pasangan adalah ukurannya, jantan dengan karapas yang panjangnya 50 sentimeter atau lebih hanya mencari mencari pasangan dengan panjang 45--65 sentimeter. Musim kawinnya terjadi dari bulan Februari hingga Mei.

Betina menempatkan 4--14 telur di sarang dangkal kering. Masa inkubasinya tergantung pada suhu di lingkungannya. Itu berlangsung selama 110 hari di suhu hangat dan 250 hari di suhu dingin. Anak-anaknya muncul ke permukaan setelah menetas antara bulan Oktober dan Desember. Mereka baru mencapai usia dewasa di tahun ke-20 dan 30 kehidupannya.

Aldabra giant tortoise ternyata lebih aktif saat fajar dan petang. Lalu menghabiskan harinya dengan berkubang dalam lumpur untuk tetap sejuk. Sayangnya, mereka diklasifikasikan sebagai Vulnerable oleh IUCN dan total populasinya lebih dari 100.000 individu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Beratnya Capai 250 Kg, Ini Fakta Unik Kura-Kura Raksasa Aldabra

29 Mar 2026, 17:00 WIBNews