Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Kepung Hutan Konservasi Kaltim, 13,8 Hektare Lahan Terbakar

Kota Samarinda
Api Kepung Hutan Konservasi Kaltim, 13,8 Hektare Lahan Terbakar
Karhutla di Desa Pengalaman Kec Marapura Barat Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026). Foto KLHK
  • Tim gabungan memadamkan kebakaran seluas 13,8 hektare di KPHP Bengalon dan Tahura Kutai Kartanegara, setelah titik panas terdeteksi sistem pemantauan.
  • Puluhan personel dari BPBD, kepolisian, TNI, Manggala Agni, dan relawan MPA dikerahkan untuk melokalisasi api serta melindungi keanekaragaman hayati.
  • Hingga Agustus 2026, karhutla di Kaltim membakar 475,44 hektare; petugas menghadapi medan perbukitan dan akses jauh sambil memperkuat edukasi serta patroli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times - Tim gabungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil memadamkan kebakaran yang melanda 13,8 hektare kawasan hutan konservasi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Analis Kebijakan Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim, Darussalam, mengatakan pemadaman dilakukan secara cepat dan terpadu untuk mencegah api meluas serta mengancam keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.

"Kami bersama seluruh elemen bergerak cepat melokalisasi api agar tidak meluas dan merusak keanekaragaman hayati, terutama di kawasan hutan konservasi," kata Darussalam dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (24/8/2026).

  1. 1. Kebakaran hutan mengancam Kaltim

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim, Kamis (10/8/2023). (ANTARA/HO-BPBD PPU)
    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim, Kamis (10/8/2023). (ANTARA/HO-BPBD PPU)

    Kebakaran tersebut melanda dua kawasan, yakni Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bengalon seluas 2,8 hektare dan Taman Hutan Raya (Tahura) Kutai Kartanegara seluas 11 hektare.

    Menurut Darussalam, puluhan personel langsung dikerahkan setelah titik panas terdeteksi melalui sistem pemantauan.

    "Regu pemadam yang beranggotakan puluhan personel langsung diturunkan secara terpadu begitu titik panas tersebut terpantau sistem," ujarnya.

    Personel gabungan berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, TNI, Manggala Agni, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

  2. 2. Penanggulangan kasus karhutla di Kaltim

    Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan)
    Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan)

    Keberadaan lebih dari 5.000 relawan MPA turut menjadi kekuatan penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk melakukan pemadaman awal di tingkat desa.

    "Para relawan desa ini telah kami bekali pengetahuan mitigasi serta teknis penggunaan alat pemadam manual sebelum mereka terjun," tuturnya.

    Darussalam menyebut sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat turut membantu menekan luasan kebakaran di kawasan hutan dan perlindungan alam.

    Berdasarkan data laporan karhutla hingga Agustus 2026, total luas lahan terbakar di Kaltim mencapai 475,44 hektare. Dari jumlah tersebut, 256,20 hektare berada di Area Penggunaan Lain (APL), sedangkan 219,25 hektare berada di dalam kawasan hutan.

  3. 3. Tantangan penanganan karhutla di Kaltim

    Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim)
    Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim)

    Petugas, kata Darussalam, menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk medan perbukitan dan jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh.

    "Walaupun petugas sering menghadapi medan menanjak perbukitan serta jarak tempuh lokasi hingga lima jam perjalanan, semangat pantang menyerah tetap menyala," tegasnya.

    Secara umum, kondisi pengendalian karhutla di Kaltim selama musim kemarau masih terkendali. Upaya tersebut juga didukung meningkatnya kesadaran masyarakat di sekitar kawasan konservasi untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

    Darussalam menegaskan pihaknya akan terus memperkuat edukasi dan patroli untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.

    "Kami terus berkolaborasi mengoptimalkan edukasi serta patroli rutin guna memastikan seluruh kawasan ekosistem kita aman sampai musim kemarau benar-benar berakhir," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More