Berau Terparah, Karhutla Kaltim Hanguskan Ratusan Hektare Lahan

- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memimpin rapat antisipasi kemarau panjang dan karhutla, meminta koordinasi, komunikasi, pelaporan lapangan, serta keterlibatan aktif seluruh pihak diperkuat.
- Warga diingatkan tidak membakar lahan atau sampah karena asap mulai memengaruhi kualitas udara dan berisiko mengganggu kesehatan; cuaca panas ekstrem juga mengancam ketersediaan air bersih.
- Kaltim berada di peringkat kesembilan nasional rawan karhutla dan berstatus Siaga Bencana; Berau mencatat lahan terbakar terluas, lebih dari 400 hektare.
Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memimpin rapat terbatas untuk mengantisipasi kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim. Rapat digelar di Harum Resort Balikpapan, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Rudy menerima paparan mengenai kondisi terkini karhutla sekaligus langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
Rudy menegaskan karhutla merupakan persoalan bersama karena dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat.
“Bencana ini masalah bersama dan dampaknya dirasakan semua orang. Maka harus kita hadapi bersama-sama bagaimana mengatasi dan mengantisipasinya, terlebih peran aktif masyarakat,” kata Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.
1. Persoalan karhutla menjadi ancaman masyarakat
Rudy menegaskan karhutla merupakan persoalan bersama karena dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat.
“Bencana ini masalah bersama dan dampaknya dirasakan semua orang. Maka harus kita hadapi bersama-sama bagaimana mengatasi dan mengantisipasinya, terlebih peran aktif masyarakat,” kata Rudy.
Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi, komunikasi, serta pelaporan kondisi terkini di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Sehingga situasi selalu terkendali dan dampaknya tidak sampai meluas,” ujarnya.
2. Masyarakat diminta tidak membakar sampah

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa) Rudy juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan. Menurutnya, asap karhutla mulai berdampak terhadap kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan.
“Mungkin kebakaran saat ini belum merambah pemukiman. Tapi efek asapnya sudah mulai dirasakan. Dan ini bisa membahayakan kesehatan kita, seperti gangguan ISPA,” katanya.
Selain karhutla, Rudy menyoroti ancaman kekurangan air bersih akibat cuaca panas ekstrem. Sejumlah sumber air mulai mengalami penurunan debit, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Ketersediaan air yang terus menipis, selain terbatas stok air bersih untuk konsumsi dan lainnya. Juga, kekurangan air bisa memicu munculnya penyakit kulit. Tolong ingatkan warga kita semua,” tegasnya.
3. Kaltim masuk 10 besar karhutla nasional
Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim) Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan Kaltim saat ini berada di posisi kesembilan secara nasional sebagai daerah rawan karhutla.
Menurutnya, tiga provinsi di Kalimantan dengan kasus karhutla terbesar adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kondisinya hampir setara dengan tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
“Sedangkan kita di posisi kesembilan nasional,” kata Buyung.
Meningkatnya jumlah titik panas mendorong Pemprov Kaltim menetapkan status Siaga Bencana. BPBD provinsi, kabupaten dan kota bersama TNI, Polri, pihak swasta, serta masyarakat kini memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Buyung menyampaikan apresiasi Gubernur Kaltim kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk relawan, tim gabungan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan satuan tugas perusahaan.
“Pak Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur terlibat, relawan dan tim gabungan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan satgas swasta (perusahaan) yang ikut aktif dalam penanganan karhutla,” ujarnya.
4. Kebakaran hutan di Berau terparah di Kaltim

Personel gabungan dari BPBD Balikpapan, Polda Kaltim, dan relawan berjibaku memadamkan api. (IDN Times/Erik Alfian) Berdasarkan data terkini, Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni lebih dari 400 hektare. Selanjutnya Kutai Kartanegara 219 hektare, Kutai Barat 147 hektare, Paser dan Kutai Timur sekitar 89,3 hektare, Penajam Paser Utara 48,1 hektare, Samarinda 40,5 hektare, Mahakam Ulu 7 hektare, Bontang 3 hektare, dan Balikpapan 0,5 hektare.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Kaltim terus memperkuat pencegahan di tingkat lapangan melalui koordinasi dengan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Dalkarlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).
Saat ini terdapat 186 kelompok KTPA yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Keberadaan kelompok tersebut diharapkan dapat memperkuat deteksi dini dan penanganan kebakaran di wilayah perkebunan.

















