Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Banjir Setinggi 1 Meter di Sepaku, Warga Minta Normalisasi Sungai

WhatsApp Image 2025-06-23 at 20.05.58 (1).jpeg
Banjir merendam RT 02, Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Senin (23/6/2025) sore. (Dok. Sumirah)

Balikpapan, IDN Times - Hujan yang mengguyur wilayah Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku, sejak pukul 17.00 WITA pada Senin (23/6/2025), kembali menyebabkan banjir di lingkungan RT 02. Ketua RT 02, Sumirah, menyebut banjir kali ini cukup mengkhawatirkan meski air belum sempat masuk ke dalam rumah warga.

“Air mulai naik sekitar pukul setengah enam sore. Untungnya belum sampai masuk rumah, hanya kurang beberapa senti saja. Ketinggiannya sekitar satu meter di halaman,” ujar Sumirah dihubungi dari Balikpapan.

Menurut Sumirah, intensitas banjir yang terjadi di kawasan yang masuk wilayah IKN ini cenderung meningkat sejak awal tahun. Ia menyebut karakteristik banjir juga berubah: bila sebelumnya air cepat naik dan cepat surut, kini banjir datang perlahan namun lebih lama surutnya.

“Biasanya hujan sebentar saja, air langsung datang dan langsung surut. Sekarang, naiknya lambat tapi surutnya juga lama. Ini mulai terasa sejak awal tahun,” katanya.

1. Jembatan cor diduga hambat aliran sungai

WhatsApp Image 2025-06-23 at 20.05.58.jpeg
Kondisi banjir di RT 02, Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku, PPU. Ketinggian air di depan rumah Sumirah mencapai 1 meter lebih. (Dok. Sumirah)

Ia menduga banjir yang makin parah dipicu oleh pembangunan sejumlah jembatan cor di sekitar wilayahnya. Beberapa di antaranya dibangun oleh pihak perusahaan di atas aliran sungai kecil di sekitar kawasan permukiman.

“Sekarang ini banyak jembatan dibangun permanen dengan cor. Contohnya di depan Balai Dusun dan rumah Pak Dusun. Sejak itu, air mengalirnya makin lambat,” jelasnya.

Sumirah mengatakan, dirinya sempat memperingatkan pihak perusahaan yang membangun jembatan tersebut soal potensi dampaknya terhadap aliran air. Namun, pihak perusahaan hanya menyebut bahwa mereka hanyalah pekerja dan tidak memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya bilang ke mereka, kalau jembatannya sempit begini, nanti bisa berdampak ke tempat saya. Tapi mereka jawab cuma pekerja,” tambahnya.

2. Warga sudah beberapa kali usulkan mormalisasi

WhatsApp Image 2025-06-23 at 20.09.54.jpeg
Pada 14 Mei 2025 lalu, banjir juga menggenangi rumah Sumirah. Air bahkan masuk hingga ke dalam rumah. (Dok. Sumirah)

Meski sudah beberapa kali mengusulkan normalisasi sungai kepada pemerintah desa dan dalam forum musrenbang, Sumirah mengaku belum menerima tanggapan memadai.

“Saya sudah usulkan normalisasi ke Pak Kades dan dalam RPJM juga saya sampaikan, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal, Mei lalu banjir sampai masuk ke dalam rumah warga, tingginya hampir selutut. Itu rumah panggung, kalau di tanah bisa lebih tinggi lagi,” terangnya.

Tercatat ada enam bangunan yang terdampak banjir di RT 02, termasuk rumah warga dan satu masjid. Beberapa rumah bahkan sempat kemasukan air hingga ke dapur saat banjir besar bulan lalu.

3. Warga berharap segera ada tindakan

Ilustrasi banjir. (unsplash.com/Ny Menghor)
Ilustrasi banjir. (unsplash.com/Ny Menghor)

Sumirah berharap ada langkah cepat dari pemerintah desa maupun kecamatan untuk mengatasi persoalan banjir ini. “Yang paling kami butuhkan sekarang solusi cepat. Minimal normalisasi sungai, biar aliran air kembali lancar dan tidak menggenang lama seperti ini,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us