Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daging Kurban Jangan Asal Simpan! Ini Panduan Aman agar Higienis
Ilustrasi potongan daging (pexels.com/Boys in Bristol Photography)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengedukasi masyarakat mengenai tata cara penanganan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Dyah Anggraini, menegaskan kebersihan harus dijaga sejak sebelum proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.

“Untuk mendapatkan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal, kebersihan mulai dari proses sebelum penyembelihan hingga distribusi harus sangat diperhatikan,” ujar Dyah dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (25/5/2026).

1. Tips menyembelih hewan kurban

Ilustrasi Hewan Kurban (Pexels.com/Monirul Islam)

Ia menjelaskan, sebelum disembelih sapi wajib diistirahatkan selama sekitar 12 jam tanpa diberi pakan dan hanya diberikan air minum. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tingkat stres hewan sekaligus mencegah kontaminasi kotoran saat penyembelihan.

Selain itu, saat proses pemotongan berlangsung, saluran pencernaan sapi harus diikat rapat, baik pada bagian atas maupun dekat anus, guna mencegah pencemaran pada daging.

Dyah juga mengingatkan petugas penanganan daging agar menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan serta menggunakan sarung tangan, masker, dan celemek selama bekerja.

“Daging segar tidak boleh diletakkan langsung di lantai. Daging harus ditempatkan di wadah bersih atau lebih baik digantung agar darah dapat menetes sempurna,” katanya.

2. Penanganan daging dan jeroan

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyebar petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban. (Dok. Pemkab Kediri)

Penanganan daging dan jeroan, lanjut Dyah, wajib dipisahkan, mulai dari petugas, peralatan pemotong, hingga lokasi penanganannya. Hal itu penting untuk mencegah kontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella.

Ia menambahkan proses penyembelihan harus dilakukan oleh tenaga terlatih, termasuk juru sembelih halal yang memahami standar higiene dan sanitasi.

Setelah pemotongan dan penimbangan selesai, daging dianjurkan segera dikemas terpisah dari jeroan menggunakan plastik transparan atau kemasan berbahan food grade.

Panitia kurban dan masyarakat juga diimbau tidak membiarkan daging terlalu lama berada di suhu ruang terbuka agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak cepat membusuk.

3. Antisipasi penyebaran penyakit ternak

Petugas kesehatan hewan saat melakukan pemeriksaan PMK pada hewan ternak sapi (IDN Times/Istimewa)

Terkait kekhawatiran penyakit hewan, Pemprov Kaltim memastikan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah rampung dilakukan pada Maret 2026. Pemerintah juga menegaskan virus PMK bukan penyakit zoonosis sehingga tidak menular kepada manusia.

Selain itu, hingga kini Kaltim dipastikan masih bebas dari kasus antraks.

“Pemeriksaan fisik berlapis oleh petugas kesehatan hewan terus dilakukan untuk memastikan ternak yang akan dipotong benar-benar dalam kondisi sehat,” tutur Dyah.

Editorial Team

Related Article