Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin. (IDN Times/Teri).
Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengatakan, seluruh tahapan pendataan telah dirancang agar tetap dapat berjalan meskipun petugas harus mendatangi lokasi yang sulit dijangkau sinyal komunikasi.
“Pendataan sekarang menggunakan aplikasi berbasis gawai, tidak lagi menggunakan kertas. Namun kami sudah memitigasi kendala jaringan dengan sistem offline,” paparnya, Senin (15/6/2026).
Saichudin menuturkan, petugas sebelumnya bisa mengunduh data terlebih dahulu, kemudian melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah.
“Ke tempat-tempat usaha, termasuk di wilayah pegunungan atau pedalaman. Setelah mendapatkan sinyal, data baru dikirim ke server BPS,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas data tetap terjaga, BPS Kalbar menerjunkan sekitar 570 pegawai untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Mereka bertugas mengawal kinerja petugas pencacah lapangan (PPL) dan petugas pemeriksa lapangan (PML) selama masa awal pendataan.
Total petugas sensus ekonomi 2026 di Kalimantan Barat yakni berjumlah 4.701 petugas, di Kota Pontianak sendiri terdapat 428 petugas sensus ekonomi 2026.
“Mulai hari ini hingga akhir Juni, pegawai BPS akan turun ke lapangan. Mereka bergantian pagi dan siang untuk memastikan sensus ekonomi ini berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas,” kata Saichudin.