Dikepung Api di Malam Hari, Plt Kadishut Kaltim Ikut Padamkan Karhutla

- Plt Kadishut Kaltim Rusmadi ikut memadamkan karhutla di Kilometer 50 Tahura Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, pada malam 1 September 2026 demi mencegah api meluas.
- Pemadaman melibatkan Dinas Kehutanan Kaltim, UPTD Tahura, dan Otorita IKN, dengan personel, armada, serta pos siaga Kilometer 45 untuk mempercepat respons kebakaran.
- Penanganan karhutla didukung lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api, bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan, di tengah keterbatasan 55–65 Polhut mengawasi lebih dari 8 juta hektare hutan.
Kukar, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur Rusmadi turun langsung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Selasa (1/9/2026) malam.
Rusmadi bersama tim gabungan berjibaku memadamkan api yang muncul di Kilometer 50 kawasan konservasi tersebut. Pemadaman dilakukan hingga malam hari untuk mencegah api meluas.
"Aksi tanggap darurat difokuskan pada titik api yang menyala di area Kilometer 50 kawasan konservasi tersebut," ujar Rusmadi dilaporkan Antara di Kutai Kartanegara.
1. Proses pemadaman api karhutla di Bukit Soeharto

Foto udara tambang ilegal di kawasan IKN tepatnya di Bukit Tengkorak, Tahura Bukit Soeharto. (Dok. Humas OIKN) Pemadaman melibatkan tim Dinas Kehutanan Kaltim, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura, serta tim dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rusmadi mengatakan, meski kewenangan pengelolaan Tahura Bukit Soeharto kini telah beralih sepenuhnya kepada Otorita IKN, Dinas Kehutanan Kaltim tetap turun tangan membantu penanganan karhutla.
Menurut dia, kondisi di lapangan membuat petugas harus bekerja hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. Untuk mempercepat respons, Dinas Kehutanan Kaltim menyiagakan personel, armada, dan berbagai sarana pendukung di sejumlah pos strategis.
2. Kesiagaan penanganan karhutla di Kaltim

Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan) Salah satunya Pos Kilometer 45 Tahura Bukit Soeharto yang menjadi titik kesiapsiagaan tim untuk segera bergerak ketika muncul laporan kebakaran.
Selain mengandalkan personel pemerintah, penanganan karhutla juga didukung lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Rusmadi menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla. Dinas Kehutanan bekerja bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan MPA untuk memperkuat penanganan di lapangan.
3. Kolaborasi dalam penanggulangan karhutla di Kaltim

Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam kawasan konsesi perusahaan sepanjang Agustus 2026. Foto Walhi Kaltim Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut). Saat ini, personel Polhut di Kaltim hanya sekitar 55 hingga 65 orang untuk mengawasi lebih dari 8 juta hektare kawasan hutan.
Kehadiran langsung Rusmadi di lokasi kebakaran menjadi dukungan moral bagi tim gabungan yang terus berjibaku mengendalikan api di kawasan konservasi Tahura Bukit Soeharto.
















![[QUIZ] Masih Sering Membandingkan Diri? Kuis Ini Ungkap Dampaknya!](https://image.idntimes.com/post/20251019/pexels-mecriboom-ph-722715507-18786886_67fa31c3-e387-4069-b487-13eedfe6033b.jpg)



