Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Masjid Balikpapan Meninggal Dunia setelah Salat Witir
Jenazah Madurisa saat akan dikebumikan. (Dok. Istimewa)

Balikpapan, IDN Times - Kematian yang indah. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan wafatnya Madurisa Bin Rungga, jemaah Masjid Nurul Huda, Jalan Serindit III di Balikpapan Kalimantan Timur, pada Minggu (16/3/2025) malam. Madurisa mengembuskan napas terakhir sesaat setelah menyelesaikan Salat Witir bersama jemaah Masjid Nurul Huda.

Azhari, saksi sekaligus tetangga Madurisa, mengaku korban meninggal saat imam salat tengah membaca doa selepas Salat Witir. Video wafatnya pria berusia 72 tahun ini pun viral di media sosial Kota Balikpapan.

1. Wafat saat mengucapkan kalimat Syahadat

Jenazah Madurisa selepas disalatkan. (Dok., Istimewa)

Azhari, tetangga sekaligus jemaah yang duduk di sebelah kiri Madurisa, menyebut korban jatuh ke belakang saat sedang membaca kalimat Syahadat. "Pas membaca asyhadu an laa ilaaha illallaah, dia jatuh ke belakang, seperti yang ada di dalam video," katanya.

Jemaah yang melihat Madurisa terjatuh langsung kaget dan berusaha memberikan pertolongan seadanya. "Beliau sempat ditalqin oleh Habib Fuad sampai mengembuskan napas terakhirnya di dalam masjid," ujar Azhari.

Sebelum wafat, Madurisa disebut Azhari beberapa kali meminta izin untuk memimpin doa bagi para jemaah.

2. Dikenal ahli ibadah

Warga berbondong-bondong mengantarkan jenazah Madurisa ke pemakaman. (dok. Istimewa)

Kematian yang menimpa Madurisa membuat banyak jemaah masjid merasa iri. Maklum saja, Madurisa wafat saat membaca kalimat Syahadat, selepas Salat Tarawih, di bulan Ramadan, dan pada malam Nuzulul Quran.

"Kematian seperti ini kan hanya dialami oleh orang-orang pilihan. Makanya ini membuat kami iri," kata Azhari.

Semasa hidup, Madurisa memang dikenal sebagai ahli ibadah. Ia nyaris tak pernah melewatkan salat berjemaah di masjid. Bahkan, ia kerap menjadi imam pengganti manakala imam rawatib berhalangan.

"Beliau memang ahli ibadah, salat dan ngajinya bagus," imbuh Azhari.

3. Firasat Madurisa

Sebelum wafat, Madurisa disebut anaknya menunjukkan perilaku yang tak biasa. (Dok. Istimewa)

Marda, anak pertama korban, mengaku mendiang ayahnya memang dikenal sebagai ahli ibadah. "Setiap hari dia mengaji," katanya.

Sebelum meninggal, Marda mengaku ayahnya menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Salah satunya adalah permintaan agar Marda tidak memarahi cucunya.

"Saya ini sudah tua, tinggal menunggu ajal," kata Marda menirukan ucapan mendiang ayahnya. Tak hanya itu, Madurisa juga sempat meminta agar rumah dirapikan.

"Bapak sempat bilang, kalau ada yang datang, mau duduk di mana mereka. Makanya langsung dibersihkan," ujar Marda.

Terakhir, sebelum pergi ke masjid, sang ayah terlebih dahulu mandi-padahal biasanya hanya berwudu. Ia juga melepas cincin, gigi palsu, dan meminta baju yang baru dicuci sebelum berangkat ke masjid

Editorial Team

Related Article