Samarinda, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkirakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada area seluas 900 hingga 1.000 hektare. Sebarannya berada di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.
Terbaru, titik panas juga terpantau di Kabupaten Berau. BPBD Kaltim terus memantau perkembangan sebaran titik api tersebut bersama BPBD kabupaten dan kota.
“Jumlah titik api di Kaltim berfluktuasi, tetapi jumlahnya diperkirakan seluas 900 hingga 1.000 hektare,” kata Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan saat dihubungi IDN Times, Sabtu (22/8/2026).
Buyung mengatakan pemantauan terus dilakukan, terutama setelah Gubernur Kaltim menetapkan status siaga penanggulangan bencana karhutla yang dipicu kondisi kemarau dan fenomena El Nino hingga akhir 2026.
“Kemarau panjang menyebabkan kebakaran lahan di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Apalagi diprediksi kemarau akan berlangsung hingga akhir tahun ini,” ujarnya.
