Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejar Investasi Triliunan, Kaltim Genjot Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Ilustrasi Investasi (Pexels)
  • Pemprov Kalimantan Timur mempercepat investasi untuk menguatkan ekonomi dan memperluas lapangan kerja, dengan mencontoh pendekatan agresif Jawa Tengah dalam menarik investor.
  • Kaltim mengandalkan bahan baku pertambangan dan kelapa sawit, lalu mendorong hilirisasi melalui KEK Maloy, Kawasan Industri Kariangau, serta rencana proyek metanol.
  • Wagub Seno Aji menargetkan perangkat daerah aktif merangkul investor dan kedutaan melalui forum investasi, sambil menyediakan data potensi daerah secara transparan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendorong percepatan investasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, strategi agresif dalam menarik investor perlu diterapkan Kaltim dengan melihat keberhasilan daerah lain, termasuk Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Seno Aji usai menghadiri pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

1. Langkah aktif Pemprov Kaltim menarik investor

Menurut Seno, Pemprov Jawa Tengah telah menunjukkan langkah aktif dalam menarik investasi dengan nilai mencapai triliunan rupiah. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi Kaltim untuk lebih agresif menawarkan potensi investasi daerah.

“Kita melihat peluang besar yang bisa direplikasi di Kaltim. Perangkat daerah terkait harus lebih agresif jemput bola, termasuk merangkul kedutaan besar dan investor internasional melalui forum investment gathering,” ujar Seno dalam akun IG Pemprov Kaltim.

Seno menilai Kaltim memiliki modal kuat untuk menarik investor, terutama karena ditopang ketersediaan bahan baku dari sektor pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit.

2. Pengembangan kawasan industri di Kaltim

Terminal Peti Kemas Kariangau (TPK) menjadi salah satu pelabuhan ekspor di Kaltim. (Dok. PT KKT)

Potensi tersebut akan didorong melalui pengembangan kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy dan Kawasan Industri Kariangau. Kedua kawasan tersebut diproyeksikan menjadi motor hilirisasi untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim juga menyiapkan groundbreaking proyek pengembangan industri metanol dalam waktu dekat.

3. Informasi transparan kepada investor

Wagub Kaltim, Seno Aji. (Dok. Pemprov Kaltim)

Seno menegaskan, Pemprov Kaltim akan membuka informasi dan data terkait potensi investasi secara transparan kepada calon investor.

“Kita berharap investasi yang masuk tidak hanya memperkuat pendapatan daerah, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pembukaan CJIBF 2026 turut dihadiri sejumlah bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, investor, serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article