Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komitmen Balikpapan dalam Penanggulangan Sampah di Pantai
Anak-anak mandi di pantai yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga di Desa Kolono, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (12/1/2024). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/tom

Balikpapan, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus giat membersihkan sampah di daerah pesisir pantai.

"Salah satu langkah kami adalah merencanakan penambahan personel khusus untuk menangani sampah pesisir," ujar Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djaya Leksmana dilaporkan Antara di Balikpapan, Selasa (23/1/2024).

1. Fokus penanganan sampah di pantai Balikpapan

Pantai Lamaru adalah sebuah pantai indah yang terletak di Balikpapan Kalimantan Timur, Minggu (12/2/2023). (IDN Times/Sri Wibisono)

Dia menyebutkan bahwa sebanyak 60 personel tambahan akan ditempatkan di 10 kelurahan yang memiliki kawasan pesisir. Personel ini akan fokus menangani sampah di sepanjang bibir pantai.

Kelurahan yang memiliki pesisir antara lain Baru Ulu, Baru Tengah, Mekar Sari, Baru Ilir, dan Kariangau di Kecamatan Balikpapan Barat; Klandasan Ilir, Klandasan Ulu, dan Damai di Balikpapan Kota; serta Manggar, Manggar Baru, Lamaru, dan Teritip di Balikpapan Timur.

2. Panjang garis pantai Balikpapan

Pantai Tanah Merah adalah sebuah pantai indah yang terletak di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Akun Instagram adityaikky

Sudirman menjelaskan bahwa Kota Balikpapan memiliki luas wilayah sekitar 50,330,57 hektare dan garis pantai sepanjang 45,6 kilometer. Kawasan pesisir mencakup 12 persen dari total wilayah, berbatasan langsung dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN).

Pesisir Timur Kota Balikpapan berbatasan dengan Selat Makassar, dan kawasan maritim di sini merupakan zona pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, menjadikannya salah satu kawasan perairan yang padat di Indonesia.

3. Balikpapan berharap bantuan Pemprov Kaltim

ilustrasi tempat pembuangan akhir (pexels.com/Tom Fisk)

Menanggapi masalah ini, Sudirman berharap DLH Provinsi Kalimantan Timur dapat memberikan bantuan peralatan yang memadai untuk optimalisasi penanganan sampah pesisir. Contoh peralatan yang dibutuhkan termasuk kapal atau sarana lainnya.

Sudirman menyebut bahwa DLH Kota Balikpapan sudah memiliki peralatan seperti kubus apung dan jaring sampah yang ditempatkan di muara sungai. Namun, peralatan tersebut terbatas karena tergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang juga terbatas.

"Perlengkapan peralatan tentunya berkaitan dengan ketersediaan anggaran," ungkap Sudirman.

Editorial Team

Related Article