Balikpapan, IDN Times - Meski pernyataan mengenai stok minyak goreng di Kalimantan Timur dipastikan aman, nyatanya persoalan ini masih menjadi momok di masyarakat. Panic buying masih tak bisa dihindarkan. Hingga stok-stok minyak ini sempat kosong di beberapa tempat penjualan.
Isu mengenai kelangkaan sampai kenaikan harga minyak goreng ini pun diteliti oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah V Balikpapan.
Mulai dari gerai-gerai hingga pasar tradisional rupanya masih menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET) dengan stok terbatas.
Untuk para pedagang di pasar tradisional, mereka membeberkan HET tersebut dipicu lantaran mereka mendapatkan harga modal yang tinggi dari distributor yaitu Rp 38ribu/2 liter.
"Sehingga mereka masih menjual di atas HET berkisar Rp 40-45 ribu/2 liter," ucap Kepala KPPU Kanwil V Balikpapan, Manaek Pasaribu, Kamis (3/3/2022).
