Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pesan Religi Banjarmasin, Guru Saiful Ingatkan Tundukkan Nafsu

Ilustrasi caption Ramadan
Ilustrasi caption Ramadan (pexels.com/Mohammed Alim)

Samarinda, IDN Times - Guru Haji Saiful Anshari menyampaikan bahwa puasa Ramadan merupakan ujian keimanan bagi setiap Muslim. Hal itu disampaikannya dalam tausyiah seusai Salat Subuh di Masjid Assa’adah, Kompleks Beruntung Jaya, Banjarmasin, Minggu (8/2/2026). Menurut Guru Saiful, puasa menjadi salah satu tolok ukur keimanan karena ibadah tersebut hanya diketahui oleh Allah SWT.

“Puasa itu ibadah yang hanya Allah yang mengetahui. Manusia bisa saja terlihat berpuasa, tetapi hakikatnya hanya Allah yang tahu,” ujarnya dilaporkan Antara.

1. Musuh terbesar manusia selama Ramadan

Foto Al-Qur’an terbuka dengan kurma dan segelas air di atas nampan, menggambarkan suasana berbuka puasa dan persiapan ibadah Ramadan.
Ilustrasi Kurma dan segelas air di samping Al-Qur’an, simbol tradisi berbuka puasa dan persiapan spiritual selama Ramadan.(pexels)

Pengasuh salah satu pondok tahfiz di Kota Banjarmasin itu menambahkan, musuh terbesar yang dihadapi manusia selama Ramadan adalah nafsu.

“Memang pada bulan Ramadan setan dipasung, tetapi masih ada musuh besar lainnya, yakni nafsu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa manusia diberikan akal dan nafsu oleh Allah SWT. Keduanya harus dikelola dengan baik agar manusia dapat menjadi makhluk terbaik.

2. Contoh nafsu yang bisa merusak manusia

Ilustrasi caption Ramadan
Ilustrasi caption Ramadan (pexels.com/khats cassim)

Dalam tausyiahnya, Guru Saiful mencontohkan wujud nafsu antara lain senang dipuji dan marah saat dihina. Selain itu, nafsu juga dapat muncul dalam bentuk rasa malas beribadah, seperti enggan memperbanyak membaca Al-Qur’an atau melaksanakan Salat Tarawih.

Sebaliknya, orang yang menggunakan akal dengan baik akan bersikap biasa saja saat mendapat pujian dan tidak mudah tersinggung ketika dihina.

3. Ziarah kubur selama bulan Ramadan

Foto seorang pria bersujud saat salat di atas sajadah dengan peci putih, menggambarkan suasana ibadah dan persiapan spiritual menyambut Ramadan.
Ilustrasi Seorang muslim bersujud saat salat di atas sajadah, menggambarkan kekhusyukan ibadah sebagai bagian dari persiapan spiritual Ramadan.(pexels)

Pada kesempatan tersebut, Guru Saiful juga menganjurkan umat Muslim untuk melakukan ziarah kubur, terutama menziarahi orang tua yang telah wafat, bagi yang memiliki kesempatan menjelang Ramadhan.

Menutup tausyiahnya, ia membagikan amalan yang dapat dilakukan pada malam pertama Ramadan setelah Salat Maghrib, yakni membaca Surah Al-Fath dengan harapan Allah SWT memudahkan dan membukakan jalan untuk lebih rajin beribadah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Pesan Religi Banjarmasin, Guru Saiful Ingatkan Tundukkan Nafsu

09 Feb 2026, 04:00 WIBNews