Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah Daging Babi Dimusnahkan, Berpotensi jadi Media Pembawa Hama
Sejumlah daging babi ilegal dimusnahkan di Kalbar. (IDN Times/istimewa).

Kubu Raya, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat (Karantina Kalimantan Barat) melaksanakan tindakan karantina berupa pemusnahan sejumlah barang sebagai media pembawa hama.

Mereka memusnahkan produk sebagai media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Kegiatan yang berlangsung di Instalasi Karantina Kalbar ini merupakan wujud nyata penegakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

1. Ini produk yang dimusnahkan pembawa hama

Daging babi diduga media pembawa hama dimusnahkan. (IDN Times/Istimewa).

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 1650 kg telur konsumsi, 480 kg kulit sapi, 3000 kg jeroan ayam, 38,80 kg daging babi, 6,96 kg daging babi olahan, 3,22 kg dendeng babi, 8,24 kg sosis babi, 0,98 kg kerupuk babi, 3,745 kg bakso babi, 2 kg kornet, 4 kg jeruk, 2 kg jambu biji, 0,4 kg stroberi, 0,6 kg bluberi, 1 kg anggur hijau, 1,3 kg bawang merah, serta produk perikanan ilegal.

Komoditas tersebut merupakan hasil penahanan selama periode Januari hingga Februari 2026 baik dalam negeri (Jawa Tengah) maupun luar negeri (Malaysia) yang melalui pintu pemasukan seperti pelabuhan, bandara dan PLBN.

2. Ada satwa burung cucak hijau yang dilindungi

Karantina Kalbar juga amankan burung yang dilindungi. (IDN Times/istimewa).

Selain pemusnahan, dilakukan pula serah terima satwa liar yang dilindungi kepada BKSDA Kalimantan Barat. Satwa tersebut terdiri atas tujuh ekor burung cucak hijau dan dua ekor burung kolibri hasil sitaan petugas di lapangan.

Langkah ini menegaskan posisi strategis Kalimantan Barat yang memiliki banyak titik rawan penyelundupan satwa dan komoditas ilegal.

Direktur Tindakan Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia, Cicik Sri Sukarsih, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja tim Karantina Kalimantan Barat. Cicik menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, mulai dari Kepolisian, Bea Cukai, hingga BKSDA dalam menjaga kedaulatan hayati.

"Kami menyaksikan langsung pemusnahan hasil tangkapan teman-teman Karantina Kalbar. Kalbar ini mempunyai posisi sangat strategis dengan banyak pelabuhan tikus serta PLBN, sehingga tugas dalam melakukan cegah tangkal hama penyakit sangatlah berat,” terangnya, Sabtu (7/3/2026).

“Kami memusnahkan kulit sapi ini karena berasal dari area endemis Antraks. Kami tidak ingin wilayah Kalbar terkena wabah tersebut. Negara tetangga kita juga belum bebas dari penyakit PMK dan Nipah, sehingga tindakan tegas terhadap komoditas tanpa dokumen adalah kewajiban demi jaminan keamanan pangan serta kesehatan nasional,” lanjutnya.

3. Ajak pelaku usaha kooperatif

Karantina Kalbar musnahkan daging babi yang berpotensi jadi media pembawa hama. (IDN Times/istimewa).

Sementara itu, Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi menuturkan bahwa tindakan pemusnahan ini merupakan langkah terakhir setelah melalui proses penahanan sesuai prosedur hukum. Ferdi mengajak seluruh pelaku usaha untuk lebih kooperatif dalam melaporkan komoditas yang dilalulintasakan.

“Pemusnahan ini adalah amanat undang-undang untuk mencegah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu ragu untuk melapor karantina,” sebutnya.

“Prosedur lapor karantina itu sangat mudah, tidak sulit, dan biayanya terjangkau sesuai ketentuan PNBP yang berlaku. Kepatuhan terhadap prosedur karantina adalah kontribusi nyata masyarakat dalam melindungi kekayaan alam Kalimantan Barat dari ancaman wabah penyakit,” lanjutnya.

Karantina Kalbar berkomitmen terus meningkatkan pengawasan di seluruh pelabuhan, bandara, dan pos lintas batas negara. Penegakan hukum secara konsisten dilakukan demi melindungi sumber daya alam dan kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit eksotik.

“Pelayanan karantina yang profesional dan transparan akan selalu dikedepankan guna mendukung kemajuan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tukasnya.

Editorial Team