Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sering Ribut? Terapkan 5 Cara Ini agar Hubungan Tetap Sehat
ilustrasi healthy relationship (pexels.com/Miriam Alonso)

Membangun hubungan yang sehat atau healthy relationship menjadi dambaan banyak orang. Baik dalam relasi dengan pasangan, keluarga, maupun teman, hubungan yang sehat berperan penting dalam menjaga kesejahteraan emosional dan kebahagiaan.

Namun, menciptakan dan mempertahankan hubungan yang sehat bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain agar hubungan tetap seimbang dan harmonis.

Dalam perjalanannya, hubungan kerap menghadapi tantangan. Perbedaan pendapat, miskomunikasi, hingga tekanan dari lingkungan sekitar bisa memicu konflik. Karena itu, penting memahami langkah-langkah efektif untuk membangun hubungan yang kuat dan sehat.

Berikut lima cara yang bisa diterapkan:

1. Komunikasi yang terbuka dan jujur

ilustrasi healthy relationship (pexels.com/Jonathan Borba)

Komunikasi adalah fondasi utama dalam hubungan yang sehat. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap pihak dapat memahami perasaan, kebutuhan, dan harapan satu sama lain.

Jika muncul masalah atau ketidaknyamanan, jangan memendamnya terlalu lama. Perasaan negatif yang dibiarkan menumpuk berpotensi meledak di kemudian hari. Selain menyampaikan pendapat, kemampuan mendengarkan juga tak kalah penting. Berikan perhatian penuh saat lawan bicara berbicara dan tunjukkan empati terhadap sudut pandangnya.

Komunikasi juga tidak hanya soal kata-kata. Bahasa tubuh seperti kontak mata, senyuman, dan sikap yang ramah dapat memperkuat kedekatan emosional. Komunikasi yang efektif bukan hanya membantu menyelesaikan konflik, tetapi juga mempererat hubungan dalam jangka panjang.

2. Menghargai dan menghormati satu sama lain

ilustrasi healthy relationship (pexels.com/Anete Lusina)

Hubungan yang sehat dibangun di atas rasa saling menghargai. Setiap individu memiliki nilai, prinsip, dan latar belakang berbeda. Menghormati perbedaan tersebut menjadi kunci menjaga keharmonisan.

Memberikan dukungan dan apresiasi atas hal-hal kecil yang dilakukan pasangan atau orang terdekat dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat mereka merasa dihargai. Sebaliknya, hindari sikap merendahkan atau ucapan yang menyakitkan.

Jika terjadi perbedaan pendapat, selesaikan dengan kepala dingin dan cara yang bijak. Menghormati perasaan dan hak orang lain adalah bentuk nyata komitmen dalam hubungan.

3. Waktu berkualitas bersama

ilustrasi waktu berkualitas bersama (pexels.com/Budgeron Bach)

Kesibukan sehari-hari sering kali membuat waktu bersama orang terdekat semakin terbatas. Padahal, waktu berkualitas sangat penting untuk mempererat ikatan emosional.

Tidak perlu kegiatan mewah. Menonton film, berjalan santai, atau sekadar makan bersama sudah cukup untuk menciptakan momen bermakna. Yang terpenting adalah hadir secara utuh tanpa gangguan, termasuk mengurangi penggunaan gawai saat sedang bersama.

Kehadiran yang penuh perhatian dapat membuat hubungan terasa lebih hangat dan harmonis.

4. Memberikan ruang dan kebebasan

ilustrasi healthy relationship (pexels.com/Katerina Holmes)

Meski kebersamaan penting, setiap individu tetap membutuhkan ruang pribadi. Memberikan kebebasan bukan berarti tidak peduli, melainkan bentuk penghargaan terhadap kemandirian pasangan atau orang terdekat.

Kepercayaan menjadi kunci dalam hal ini. Percaya bahwa mereka mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang baik akan menghindarkan hubungan dari rasa terkekang atau posesif.

Gunakan waktu pribadi untuk mengingat dan mengembangkan diri. Individu yang bahagia dan utuh akan membawa energi positif ke dalam hubungan.

5. Memaafkan dan belajar dari kesalahan

ilustrasi healthy relationship (pexels.com/Miriam Alonso)

Tidak ada hubungan yang sempurna. Kesalahan pasti terjadi, baik disengaja maupun tidak. Karena itu, kemampuan memaafkan menjadi aspek penting dalam menjaga hubungan tetap sehat.

Memaafkan bukan berarti melupakan, melainkan menerima bahwa setiap orang bisa berbuat salah dan bersedia memperbaikinya. Hindari menyimpan dendam yang justru dapat merusak hubungan dalam jangka panjang.

Komunikasikan perasaan dengan jujur dan jangan ragu meminta maaf jika memang bersalah. Setiap masalah yang dihadapi bersama dapat menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat hubungan ke depan.

Membangun hubungan yang sehat membutuhkan usaha dan konsistensi dari kedua belah pihak. Tantangan mungkin akan selalu ada, tetapi dengan komunikasi yang baik, rasa saling menghargai, dan komitmen untuk tumbuh bersama, hubungan dapat menjadi lebih kuat dan harmonis dari waktu ke waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team