Comscore Tracker

Nilai Ekspor Tinggi, Kaltim Yakin Bisa Biayai Pembangunan IKN 

Pergolakan antar negara tak pengaruhi ekspor Kaltim

Samarinda, IDN Times - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengklaim aktivitas perekonomiannya justru mengalami peningkatan di tengah perang panas yang melanda antar negara. Terutama tensi tinggi perang antara Rusia versus Ukraina. 

Hal tersebut melihat dari naiknya lalu lintas ekspor sumber daya alam Kaltim.

"Alhamdulillah, walaupun negara-negara lainnya terganggu dengan perang Rusia dan Ukraina, tapi Indonesia khususnya Kaltim tak terganggu," ujar Gubernur Kaltim Isran Noor, dikutip dalam laman Pemprov Kaltim.

1. Setahun hasil ekspor 40 miliar dolar AS

Nilai Ekspor Tinggi, Kaltim Yakin Bisa Biayai Pembangunan IKN Ilustrasi ekspor (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Isran mengungkapkan, tahun ini ekspor SDA Kaltim diperkirakan mendulang lebih kurang 40 miliar dolar Amerika. Dengan devisa negara yang dihasilkan mencapai Rp555 triliun.

"Artinya hasil ekspor setahun ini saja saya yakin mempu membiayai pembangunan IKN, karena IKN membutuhkan biaya kurang lebih Rp466 triliun," tuturnya.

Baca Juga: Pelabuhan Samarinda Terapkan Layanan Online, Pantau Lalu Lintas Kapal

2. Yakin bisa biayai pembangunan IKN

Nilai Ekspor Tinggi, Kaltim Yakin Bisa Biayai Pembangunan IKN Sejumlah alat berat membuka akses jalan di lokasi segmen tiga di kawasan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Melihat hasil nilai ekspor tersebut, dengan gamblang orang nomor satu di Benua Etam itu menyebut bisa saja pembangunan IKN diserahkan oleh Provinsi Kaltim.

"Bahkan masih lebih duitnya, meski dibangun untuk IKN," ucapnya.

3. Kenaikan ekspor Kaltim sektor migas dan non migas

Nilai Ekspor Tinggi, Kaltim Yakin Bisa Biayai Pembangunan IKN ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Maka itu, Isran mengatakan, jika masyarakat tetap bersyukur IKN dibangun di Kaltim, maka tak ada alasan lagi untuk menolaknya. Terlebih jika hal tersebut berurusan dengan pembiayaan atau anggaran pembangunan.

Hingga Juli 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim merilis baik komoditas migas maupun nonmigas Kaltim saja sudah mengalami kenaikan senilai 19,59 miliar dolar Amerika.

Baca Juga: Sehari, Lapas Narkotika Samarinda Gagalkan Dua Kali Penyelundupan Sabu

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya