Comscore Tracker

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar 

Penangkapannya dari hasil pengembangan kasus

Balikpapan, IDN Times - Penangkapan ustaz inisial SP di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan hasil pengembangan kasus bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 28 Maret 2021 lalu. Dalam surat penangkapan disebutkan, tersangka diduga terlibat dalam pemufakatan jahat, persiapan atau pembantuan melakukan kekerasan dan suasana teror.

“Kasus SP merupakan hasil pengembangan dari kelompok Makassar, kelompok Villa Mutiara,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rusdi Hartono, Minggu (6/6/2021).

1. Tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik Densus Antiteror

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Polisi mengamankan area ledakan dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin

Rusdi mengatakan, penyidik Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri masih mendalami memeriksa keterangan tersangka teror asal Balikpapan. Sementara ini, penyidik belum mengizinkan tersangka untuk bertemu pihak keluarga maupun penasehat hukumnya.

Khususnya soal ini, menurut Rusdi, penyidik Densus memang punya hak subjektif untuk membatasi pertemuan tersangka teror dengan pihak ketiga. Kewenangan penyidik Densus ini secara tegas sudah diatur dalam ketentuan Undang-Undang Antiteror.

“Itu kewenangan subjektif dari penyidik Densus,” tegasnya.

2. Polisi membekuk puluhan orang terkait bom Gereja Katedral Makassar

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Polisi mengamankan lokasi terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). IDN Times/Ashrawi Muin

Seperti diketahui, Polri membekuk sebanyak 31 orang tersangka yang diduga terkait bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021 lalu. Para aktor bom ini disebut tergabung dalam kelompok Villa Mutiara Makassar yang beranggotakan puluhan orang jemaah.

Kelompok ini disebut berafiliasi dengan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Kelompok ini punya grup WhatsApp bernama Batalyon Iman yang dipergunakan untuk saling berkomunikasi antar masing-masing anggota. Isinya tentang bagaimana cara mereka dalam mempraktikkan cara-cara aksi teror.

"Komunikasi dalam grup WhatsApp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana amaliyah selanjutnya, dan juga WhatsApp grup itu membicarakan, mempraktikkan bagaimana membuat atau merakit bahan peledak," ungkap Rusdi pada Selasa (13/4/2021).

3. Penangkapan terduga teror di Balikpapan terkait bom bunuh Makassar

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Istri terduga teror di Balikpapan Kaltim Ika Rahmawati. (IDN Times/Hilmansyah)

Seorang warga Balikpapan Tim Densus 88 selepas Magrib menuju Rumah Alquran Al Maheera Komplek Pesona Madani Balikpapan Selatan pada Jumat 28 Mei 2021 lalu. Tersangka inisial SP selama ini bermukim di Jalan Alamanda Selatan Kelurahan Damai Balikpapan.

Saksi penangkapan sekaligus istri tersangka, Ika Rahmawati (26) mengaku menyaksikan langsung proses penangkapan suaminya ini. Saat itu, mereka sedang berjalan kaki menuju Rumah Al Quran Al Meheera.

Beberapa mobil berhenti tepat di samping mereka di mana dari dalam mobil keluar  sejumlah pria tegap dan langsung menggandeng tersangka. 

“Pas lihat ke belakang ada beberapa mobil dan keluar petugas yang langsung menggandeng suami saya dan mereka langsung membawanya pergi. Mereka hanya memberikan salinan surat perintah penangkapan yang intinya suami saya diduga melakukan tindakan teror,” paparnya, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga: Keluarga Mencari Tersangka Teror yang Dibekuk Densus di Balikpapan

4. Sempat melakukan video call dengan suami

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Tim Pengacara Muslim Balikpapan Kaltim, Sabtu (5/6/2021). (IDN Times/Hilmansyah)

Empat hari setelah penangkapan ini, personel polisi mengembalikan barang bukti berupa laptop. Saat itu, Ika berhasil melakukan panggilan video call dengan suaminya yang mengaku berada dalam sebuah hotel.

“Tapi saya tidak tahu apakah yang ada di Balikpapan atau Jakarta. Nah setelah, itu saya tidak tahu sama sekali keberadaan suami saya, “ tutur Ika.

5. Pihak kuasa hukum meminta waktu bertemu dengan tersangka

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Tim kuasa hukum terduga teror Abdul Rais. (IDN Times/Hilmansyah)

Dalam jumpa media, Ketua Tim Pengacara Muslim Balikpapan Abdul Rais meminta waktu agar bisa bertemu dengan kliennya. Mereka pun berharap diizinkan untuk mendampingi tersangka dalam menjalani pemeriksaan penyidik Densus 88.

Selama ini, Rais menyatakan, pihak keluarga dan tim kuasa hukum sama sekali tidak memperoleh informasi tentang keberadaan tersangka pasca ditangkap Densus. Dalam waktu dekat nanti, mereka berencana mengonfirmasikan penangkapan ini ke pihak Mabes Polri di Jakarta.

“Kami berencana ke Mabes Polri dan Densus 88,” paparnya.

6. Sudah menyandang status tersangka

Tersangka Teroris di Balikpapan Terkait Kasus Bom Bunuh Diri Makassar Polisi mengamankan area ledakan dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin

Soal kasus ini, Rais mengakui, kliennya sudah menyandang status tersangka atas tuduhan teror. Polisi pun langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Kalau sudah tersangka berarti ini langsung penyidikan,” ujarnya.

Tersangka ditangkap aparat atas tuduhan pemufakatan jahat, persiapan atau pembantuan untuk melakukan tindak ancaman kekerasan dan bermaksud menimbulkan suasana teror. Surat penangkapannya Nomor : SP.Kap/241/V/2021/Densus.

Prioritas utama tim kuasa hukum adalah agar bisa bertemu sekaligus berinteraksi dengan tersangka. Sehingga proses penyidikannya kasus berlangsung transparan.

“Prioritas tim mencari keberadaan SP sehingga kami dapat kuasa penuh. Sehingga pemeriksaan bisa transparan. Jika ada kesalahan kami legowo, tapi jika tidak kami minta keadilan,” tambah anggota tim lainnya, Isman.

Baca Juga: Kota/Kabupaten di Kaltim Mulai Membaik Penanganan COVID-19

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya