Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rahasia Anak Tumbuh Percaya Diri Dimulai dari Komunikasi di Rumah

Rahasia Anak Tumbuh Percaya Diri Dimulai dari Komunikasi di Rumah
Seorang anak sedang digendong oleh orang tuanya di taman. (pexels.com/Gustavo Fring)

Komunikasi menjadi fondasi utama dalam hubungan orang tua dan anak. Sejak dini, cara orang tua berbicara, mendengarkan, dan merespons akan membentuk cara anak memahami diri sendiri maupun orang lain. Anak yang tumbuh dalam pola komunikasi sehat cenderung lebih percaya diri, mampu mengekspresikan emosi, dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik.

Dalam psikologi perkembangan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi membangun rasa aman dan kedekatan emosional. Anak belajar bukan hanya dari kata-kata, melainkan juga dari nada suara, ekspresi wajah, dan sikap orang tua.

Berikut lima cara membangun komunikasi sehat dengan anak sejak dini:

1. Dengarkan anak dengan penuh perhatian

Terlalu memanjakan dan tidak pernah memberi konsekuensi.
Ilustrasi Pola Didikan Orang Tua yang Membuat Anak Nakal di Sekolah. (pexels.com/MART PRODUCTION)

Berikan perhatian utuh saat anak berbicara. Tatap matanya, gunakan bahasa tubuh terbuka, dan berikan respons yang relevan. Carl Rogers menekankan pentingnya active listening, karena anak yang merasa didengar akan lebih terbuka mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

2. Gunakan bahasa yang sesuai usia dan mudah dipahami

Orang tua sedang menemani anak cowoknya main sepak bola.
Orang tua sedang menemani anak cowoknya main sepak bola. (pexels.com/Gustavo Fring)

Sampaikan pesan dengan bahasa sederhana, jelas, dan konkret. Jean Piaget menjelaskan bahwa kemampuan berpikir anak berkembang bertahap. Komunikasi yang sesuai usia membantu anak memahami pesan tanpa merasa tertekan.

3. Validasi perasaan anak, bukan menyangkalnya

Seorang anak sedang digendong oleh orang tuanya di taman.
Seorang anak sedang digendong oleh orang tuanya di taman. (pexels.com/Gustavo Fring)

Akui perasaan anak tanpa menghakimi, misalnya dengan mengatakan, “Kamu terlihat sedih.” Menurut John Gottman, validasi merupakan bagian dari emotion coaching yang membantu anak belajar mengenali dan mengelola emosinya.

4. Beri contoh komunikasi yang sehat

Orang tua sedang memasak di dapur sambil bermain dengan anak-anaknya.
Orang tua sedang memasak di dapur sambil bermain dengan anak-anaknya. (pexels.com/Elina Fairytale)

Anak belajar dari apa yang ia lihat. Albert Bandura melalui teori social learning menyebut anak meniru perilaku figur terdekatnya. Komunikasi yang sopan dan empatik akan ditiru secara alami.

5. Ciptakan ruang aman untuk bertanya dan berpendapat

Ilustrasi seorang ayah menasehati anaknya.
Ilustrasi Akibat Memanjakan Anak, Memiliki Perilaku Negatif di Sekolah. (pexels.com/August de Richelieu)

Pastikan anak merasa aman untuk bertanya atau berpendapat tanpa takut dimarahi. Lev Vygotsky menegaskan interaksi sosial yang suportif sangat berperan dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berpikir anak.

Membangun komunikasi sehat sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi hubungan keluarga. Dengan mendengarkan, memvalidasi, dan memberi teladan yang baik, orang tua membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengekspresikan diri secara jujur dan penuh empati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Sebelum Pelihara Kucing, Pahami 5 Hal Penting Ini

20 Feb 2026, 21:15 WIBNews