Rahasia Anak Tumbuh Percaya Diri Dimulai dari Komunikasi di Rumah

Komunikasi menjadi fondasi utama dalam hubungan orang tua dan anak. Sejak dini, cara orang tua berbicara, mendengarkan, dan merespons akan membentuk cara anak memahami diri sendiri maupun orang lain. Anak yang tumbuh dalam pola komunikasi sehat cenderung lebih percaya diri, mampu mengekspresikan emosi, dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik.
Dalam psikologi perkembangan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi membangun rasa aman dan kedekatan emosional. Anak belajar bukan hanya dari kata-kata, melainkan juga dari nada suara, ekspresi wajah, dan sikap orang tua.
Berikut lima cara membangun komunikasi sehat dengan anak sejak dini:
1. Dengarkan anak dengan penuh perhatian

Berikan perhatian utuh saat anak berbicara. Tatap matanya, gunakan bahasa tubuh terbuka, dan berikan respons yang relevan. Carl Rogers menekankan pentingnya active listening, karena anak yang merasa didengar akan lebih terbuka mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
2. Gunakan bahasa yang sesuai usia dan mudah dipahami

Sampaikan pesan dengan bahasa sederhana, jelas, dan konkret. Jean Piaget menjelaskan bahwa kemampuan berpikir anak berkembang bertahap. Komunikasi yang sesuai usia membantu anak memahami pesan tanpa merasa tertekan.
3. Validasi perasaan anak, bukan menyangkalnya

Akui perasaan anak tanpa menghakimi, misalnya dengan mengatakan, “Kamu terlihat sedih.” Menurut John Gottman, validasi merupakan bagian dari emotion coaching yang membantu anak belajar mengenali dan mengelola emosinya.
4. Beri contoh komunikasi yang sehat

Anak belajar dari apa yang ia lihat. Albert Bandura melalui teori social learning menyebut anak meniru perilaku figur terdekatnya. Komunikasi yang sopan dan empatik akan ditiru secara alami.
5. Ciptakan ruang aman untuk bertanya dan berpendapat

Pastikan anak merasa aman untuk bertanya atau berpendapat tanpa takut dimarahi. Lev Vygotsky menegaskan interaksi sosial yang suportif sangat berperan dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berpikir anak.
Membangun komunikasi sehat sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi hubungan keluarga. Dengan mendengarkan, memvalidasi, dan memberi teladan yang baik, orang tua membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengekspresikan diri secara jujur dan penuh empati.















