Comscore Tracker

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih 

Kisah cinta Siluman Ular Putih Bai Suzhen dengan Xu Xian

Hangzhou, IDN Times - Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkenal sebagai kota romantis.Tak heran julukan kota cinta disematkan ke Hangzhou lantaran di kota ini populer kisah cinta siluman ular putih Bai Suzhen yang jatuh cinta pada manusia, Xu Xian.

Kota Hangzhou juga menjadi asal cerita populer lainnya, yakni legenda Sampek Engtay yang mengisahkan cinta gadis kaya dengan laki-laki rakyat jelata.

IDN Times dan rombongan jurnalis diundang oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan berkunjung ke Pagoda Leifeng dan Danau Xi Hu atau West Lake yang menjadi spot wisata terkenal dan dihubung-hubungkan dengan kisah cinta Siluman Ular Putih Bai Suzhen dan Xu Xian.

1. Pagoda Leifeng jadi tempat Bai Suzhen dipenjara oleh Biksu Fa Hai

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih Pagoda Leifeng, kota Hangzhou dalam legenda kisah cinta Siluman Ular Putih Bai Suzhen dengan seorang manusia Xu Xian (IDN Times/Mela Hapsari)

Kisah cinta Siluman Ular Putih Bai Suzhen dengan manusia Xu Xian telah populer sejak ribuan tahun lalu. 

Cerita ini bermula dari Siluman Ular Putih Bai Suzhen yang Siluman Ular Hijau Xiaoqing yang menyamar menjadi manusia. Mereka mengunjungi Danau Xi Hu atau West Lake dan mendadak turun hujan. Mereka berdua berjumpa dengan Xu Xian di sebuah jembatan rusak di Danau Xi Hu, dan meminjam payung dari laki-laki ini.

Pada pertemuan itu, Bai Suzhen dan Xu Xian jatuh cinta pada pandangan pertama. Kisah cinta mereka berlanjut dan mereka menikah. Sayangnya cinta mereka terusik oleh Biksu Fa Hai yang ingin memisahkan mereka. Pagoda Leifeng ini diyakini menjadi tempat Biksu Fa Hai memenjarakan Siluman Ular Putih Bai Suzhen.

2. Reruntuhan Pagoda Leifeng yang asli

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih Reruntuhan Pagoda Leifeng yang asli (IDN Times/Mela Hapsari)

Pagoda ini mengalami beberapa kali kerusakan dan kebakaran akibat perang dan serangan bajak laut. Pagoda Leifeng yang asli sudah runtuh.

Pada tahun 2000 pemerintah Tiongkok membongkar ruang bawah tanah pagoda ini dan menemukan harta berbentuk koin-koin, patung-patung Budha dari perunggu dan giok, serta rambut Sakyamuni. Pembangunan kembali Pagoda Leifeng dilakukan pada tahun 2000 dan selesai pada 2002

Peninggalan pagoda yang asli berbentuk susunan batu bata masih bisa dilihat langsung oleh pengunjung dari lantai satu dan dua Pagoda Leifeng.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup Ini Hanya Bisa Didapatkan Ketika Kamu Solo Traveling

3. Lokasi Pagoda Leifeng dekat dengan Danau Xi Hu

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih Danau Xi Hu (IDN Times/ Mela Hapsari)

Pada legenda Siluman Ular Putih Bai Suzhen, berjumpa dengan Xu Xian di Danau Xi Hu. Pengunjung bisa menikmati pemandangan Danau Xi Hu yang indah dari pagoda ini. 

Menurut kisahnya, pasangan suami istri, Bai Suzhen dan Xu Xian membuka toko obat dan sering membantu orang miskin. Toko obat mereka menjadi sangat terkenal.

Cerita rakyat White Snake Legend ini bahkan menjadi salah satu warisan tak benda skala nasional di Tiongkok. Kisah cinta ini dituturkan dari mulut ke mulut, ditampilkan dalam opera, dan diangkat dalam berbagai versi film.

4. Legenda cinta Bai Suzhen dan Xu Xian terukir mengitari dinding pagoda

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih Kisah cinta Bai Suzhen dengan Xu Xian terpahat di dinding dalam Pagoda Leifeng (IDN Times/Mela Hapsari)

Cinta siluman dan manusia ini tak mudah dan menghadapi cobaan. Biksu Fa Hai berusaha memisahkan pasangan ini. Ia terus berusaha meyakinkan Xu Xian bahwa istrinya adalah siluman. 

Pada suatu hari Xu Xian melihat langsung wujud asli Bai Suzhen yang berbentuk ular. Xu Xian sangat ketakutan ketika menyadari istrinya ternyata adalah siluman ular putih.

Kisah cinta pasangan ini terukir di dinding pagoda dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang penasaran akan cinta mereka.

5. Dari luar pagoda pengunjung menikmati pemandangan alam danau, gunung, dan gedung-gedung kota

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih View Danau Xi Hu dari Pagoda Leifeng (IDN Times/Mela Hapsari)

Dari lantai tiga dan empat pagoda ini pengunjung bisa menikmati pemandangan Danau Xi Hu yang dikelilingi pegunungan dan pepohonan yang menyejukkan mata. Gedung dan bangunan pencakar langit kota Hangzhou juga terlihat dari kejauhan. 

Baca Juga: 5 Hal yang Penting Tapi Nggak Banyak Dibahas Sama Travel Influencer 

6. Pagoda Leifeng dibangun untuk selir raja

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Pagoda Leifeng merupakan pagoda perunggu warna-warni tertua di Tiongkok.  Sebenarnya, menurut sejarah, Pagoda Leifeng dibangun pada tahun 977 oleh Raja Qian Chu asal Kerajaan Wu Yue dari Dinasti Song Utara (960-1127). Pagoda dibangun untuk merayakan kehamilan dari selir kesayangannya Huangfei. Nama asli pagoda Budha yang dibangun di Bukit Xi-zhao ini adalah Pagoda Huangfei.

Namun dibandingkan kisah cinta raja dan selirnya, legenda tentang siluman ular putih malah lebih populer dikaitkan dengan pagoda yang kemudian berganti nama menjadi Pagoda Leifeng.

7. Kubah dengan stupa kecil-kecil yang disepuh dengan emas

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Pagoda Leifeng yang baru ini berbentuk oktagonal dengan tinggi 72 meter. Terdiri dari dua lantai di bagian bawah, lima lantai tubuh pagoda, serta puncak pagoda. Pagoda ini memiliki diameter 28 meter, dan luas area pagoda mencapai 3.133 meter persegi. 

Setiap lantai di tubuh pagoda ini menampilkan beragam informasi menarik untuk pengunjung. Selain kisah White Snake Legend, di lantai lainnya juga terdapat mural mengenai pembangunan pagoda pada masa Kerajaan Wuyue. Serta terdapat puisi dan esai mengenai Pagoda Leifeng.

Pada kubah pagoda terdapat 2002 buah stupa kecil yang disepuh emas, hingga membuat pagoda ini nampak mewah.

8. Pemandangan indah di sekeliling danau

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Setelah mengunjungi Pagoda Leifeng, wisatawan dapat mengunjungi Danau Xi Hu yang terletak tak jauh dari pagoda. 

Kapal-kapal hilir mudik di danau ini. Pengunjung bisa memilih berbagai jenis kapal untuk menyeberangi danau ini, baik kapal dayung, atau motor boat. 

9. Kapal-kapal bergaya klasik menambah eksotis suasana danau

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Kapal-kapal bergaya klasik khas Tiongkok yang terbuat dari kayu membuat perjalanan menjadi semakin eksotis.

Menurut kisahnya, Danau Xi Hu ini pernah dibuat meluap oleh Bai Suzhen saat ia bertarung melawan Biksu Fa Hai yang jahat.

10. Pemandangan kota Hangzhou dari Danau Xi Hu

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Pengunjung yang berwisata ke West Lake atau Danau Xi Hu ini bisa melihat gedung-gedung di kota Hangzhou yang berjajar rapi.

Saat terbaik mengunjungi Hangzhou dan berbagai objek wisata di sini adalah saat musim semi dan musim gugur.

11. Berjalan menyusuri Danau Xi Hu di bawah pohon maple yang mulai mengering

Pagoda Leifeng, Penjara Cinta Legenda Siluman Ular Putih IDN Times/Mela Hapsari

Kawasan Danau Xi Hu memiliki luas area sekitar 49 kilometer persegi. Sedangkan luas perairannya 6,38 kilometer persegi. 

Memasuki musim gugur di bulan November, udara lebih sejuk. Daun-daun pohon maple yang banyak di kawasan danau ini namun mulai berubah warna menguning dan memerah. Pemandangan jadi semakin memesona dan romantis.

Wisatawan bisa menyusuri pinggir Danau Xi Hu dan menikmati santapan di restoran maupun kaki lima yang ada di sepanjang jalan. Juga berfoto di berbagai spot menarik yang sangat instagramable.

Baca Juga: 16 Hal Unik, Pasukan Terakota Penjaga Makam Kaisar Pertama Tiongkok

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya