Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Api Kepung Kaltim, Karhutla Capai 1.595 Hektare hingga Agustus 2026
Warga berusaha memadamkam api saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr
  • Karhutla di Kalimantan Timur mencapai 557 kejadian dengan 1.595,82 hektare terbakar hingga 26 Agustus 2026, melonjak saat musim kemarau yang panas dan kering.
  • Pada 1-26 Agustus tercatat 422 kejadian dan 1.362,59 hektare terbakar; Pemprov Kaltim menetapkan status siaga serta melakukan pemantauan 24 jam dan koordinasi lintas pihak.
  • Kutai Kartanegara mencatat lahan terbakar terluas, 480,38 hektare, disusul Paser dan Kutai Barat; BPBD juga melibatkan masyarakat serta mendorong penindakan pembakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) melonjak memasuki Agustus 2026. Hingga 26 Agustus, luas lahan yang terbakar sepanjang Januari-Agustus mencapai 1.595,82 hektare dalam 557 kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan peningkatan karhutla terjadi seiring masuknya musim kemarau dengan kondisi cuaca yang lebih panas dan kering.

"Pada Januari hingga Juli terjadi 135 kejadian karhutla di seluruh kabupaten/kota dengan luasan lahan yang terbakar seluas 233,23 hektare," ujar Buyung diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (28/8/2026).

1. Peningkatan angka karhutla di Kaltim

Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam kawasan konsesi perusahaan sepanjang Agustus 2026. Foto Walhi Kaltim

Memasuki Agustus, jumlah kejadian karhutla meningkat tajam. Pada periode 1-26 Agustus saja, tercatat 422 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 1.362,59 hektare.

Menurut Buyung, Pemprov Kaltim telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi untuk menghadapi peningkatan risiko kekeringan dan karhutla.

Kesiapsiagaan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Kaltim tentang kesiapan menghadapi kekeringan dan karhutla. Pemantauan juga dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan BMKG, Kementerian Kehutanan, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintahan desa dan kelurahan.

"BPBD Kaltim juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta memperkuat koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memastikan kawasan IKN dan wilayah penyangga tetap aman serta cepat ditangani jika terjadi karhutla," jelasnya.

2. Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla

Warga berusaha memadamkam api saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Selain mengandalkan kesiapsiagaan pemerintah, BPBD Kaltim mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan Desa Tanggap Bencana (Destana), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kelompok relawan lainnya.

Sementara itu, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga menjadi perhatian. Pemprov Kaltim terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.

3. Lokasi karhuta di Kaltim

Sejumlah personel TNI AU mendorong pesawat Casa NC-212 sebelum melakukan operasi modifikasi cuaca di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Buyung merinci, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 480,38 hektare dari 53 kejadian.

Disusul Kabupaten Paser dengan 385,93 hektare dari 151 kejadian, Kutai Barat 383,67 hektare dari 77 kejadian, Kota Samarinda 126,26 hektare dari 91 kejadian, dan Kabupaten Berau 102,94 hektare dari 49 kejadian.

"Di Kutai Timur tercatat 33 kejadian dengan luas lahan terbakar 67,75 hektare, Penajam Paser Utara 50 kejadian seluas 51,54 hektare, Balikpapan 22 kejadian seluas 14,74 hektare, Bontang 10 kejadian seluas 13,51 hektare, dan Mahakam Ulu 11 kejadian seluas 6,1 hektare," kata Buyung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article