Otorita IKN dan BI Bersinergi Perkuat UMKM Lokal Hadapi Era Digital

Nusantara, IDN Times - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendampingi pelaku usaha lokal di wilayah delineasi ibu kota baru agar mampu berkembang dan tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal terus didampingi agar bisa menjadi pemain, bukan hanya penonton,” ujar Direktur Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Pahlirungi, saat ditemui Antara di Sepaku, Selasa (12/5/2026).
1. Perkembangan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif

Pendampingan dan pelatihan diberikan untuk membantu pelaku UMKM serta ekonomi kreatif lokal tumbuh seiring perkembangan IKN. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas usaha, hingga kemampuan memasarkan produk secara lebih luas.
Muhsin mengatakan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar mampu bersaing dan berkembang.
“Otorita IKN terus berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” katanya.
2. Kolaborasi OIKN dan BI

Dalam upaya tersebut, Otorita IKN juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memberikan pelatihan terkait pemasaran digital dan transaksi non-tunai agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem perdagangan modern.
Pelaku usaha dibekali berbagai keterampilan, mulai dari penggunaan pembayaran digital melalui QRIS, pencatatan keuangan, hingga strategi pemasaran produk melalui platform daring (online), marketplace, dan media sosial.
3. Sosialisasi sistem pembayaran Qris di IKN

Sekretariat Kerja Bersama (SKB) BI IKN, Aswin Gantina, mengatakan sistem pembayaran digital melalui QRIS memberikan banyak kemudahan bagi pelaku usaha.
“Tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Dengan QRIS, banyak keuntungan yang diperoleh, seperti menghindari uang palsu, pencatatan transaksi lebih rapi, dan lebih praktis,” ujarnya.
Menurut Aswin, transformasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung visi IKN sebagai kota modern dan maju. Karena itu, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital.


















