Samarinda, IDN Times - Tunda pilkada karena wabah, bergema di mana-mana. Sejumlah organisasi tak sepakat kenduri demokrasi itu ditunaikan pada akhir tahun mendatang. Persisnya 9 Desember 2020. Alasannya, bisa memicu kelompok baru penularan virus corona atau COVID-19 dan nyawa pun menjadi taruhan. Di Kaltim dua kandidat kepala daerah tumbang direnggut pandemik ini. Bukti nyata virus tersebut tak bisa disepelekan.
“Kalau kami, prinsipnya mendukung apa yang disampaikan oleh PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di pusat,” terang HM Fauzi Bahtar, ketua PWNU Kaltim saat ditemui di kantornya Jalan Tuanku Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota pada Senin (5/10/2020) siang.
